Petugas Diduga Sediakan HP untuk Napi Love Scam, Kepala Rutan Kolaka Dinonaktifkan


Kolaka - Kasus penipuan bermodus love scamming yang melibatkan warga binaan Rutan Kelas IIB Kolaka menguak dugaan keterlibatan seorang petugas pemasyarakatan. Akibat kasus ini, Kepala Rutan Kolaka, Bambang Punto Herdiyanto, resmi dinonaktifkan sementara oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kapolresta Kendari, Kombes Pol Edwin Louis Sengka, mengungkapkan pelaku berinisial WL, warga binaan Rutan Kolaka, menipu korban seorang wanita di Kendari sejak Agustus 2024.
“Tindak pidana ini terjadi Agustus 2024. Ketika itu korban dan pelaku berpacaran, lalu mengajak VCS dan diam-diam merekam,” ujar Edwin dalam konferensi pers, Jumat (24/10).
“Selanjutnya, rekaman itu digunakan untuk memperdaya korban,” katanya menambahkan.
WL kemudian mengancam akan menyebarkan video call seks tersebut jika permintaannya tidak dipenuhi. Dengan modus itu, korban mengalami kerugian mencapai Rp210.453.000.
“WL mengancam akan menyebar video call seks milik korban jika tidak menuruti permintaannya dalam meminta uang secara bertahap,” jelas Edwin.
Kepala Rutan Kolaka, Bambang Punto Herdiyanto, membenarkan kasus tersebut dan menyebut pengungkapannya merupakan hasil kerja sama Polresta Kendari dan pihak Rutan.
“Benar terjadi kasus penipuan yang merugikan seorang wanita dengan menggunakan HP yang dilakukan oleh warga binaan dari Rutan Kelas IIB Kolaka,” ujarnya, Rabu (29/10).
Menurut Bambang, pihaknya berhasil menemukan ponsel yang digunakan untuk aksi penipuan pada Senin (20/10) setelah mendapat informasi dari polisi.
“Menurut pengakuan tersangka WL, HP yang digunakan untuk menipu disediakan oleh seorang petugas,” ungkapnya.
“Dan petugas tersebut masih dalam status saksi di Polres,” tambahnya.
Bambang menegaskan Kanwil Ditjenpas telah mengambil langkah disipliner terhadap petugas yang diduga terlibat.
“Dari pihak Kanwil Ditjen Pemasyarakatan sudah melakukan tindakan dengan melakukan pemanggilan terhadap petugas tersebut untuk diperiksa dalam rangka penjatuhan hukuman disiplin,” tegasnya.
Ia juga memastikan pengawasan di Rutan Kolaka akan diperketat.
“Kami akan memperketat pengawasan di dalam rutan. Kami optimis dan berkomitmen untuk Zero Halinar (Handphone, Pungli, dan Narkoba) di dalam Rutan Kolaka,” ujarnya menegaskan.
Kepala Kanwil Ditjenpas Sultra membenarkan pemeriksaan terhadap petugas dan penonaktifan Bambang Punto Herdiyanto.
“Kalau terbukti bersalah tetap akan diberikan sanksi. Tim dari Kanwil Ditjenpas dan dari Kemenimipas sudah turun,” katanya.
“Kepala Rutannya dinonaktifkan sementara sambil menunggu keputusan dari pusat,” tegasnya.
Kanwil Ditjenpas berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi seluruh jajaran pemasyarakatan di Sultra.
“Karena sanksi pidana maupun etik menanti bagi petugas yang melanggar,” pungkasnya.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaTersangka Sebut Eks Gubernur-Sekda Sultra Nikmati Duit Korupsi Kantor Penghubung
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







