Berita  

Petugas Temukan 2 Ponsel Disembunyikan Warga Binaan Lapas Kendari

Dua unit telepon genggam (handphone) yang disembunyikan di dalam kamar hunian warga binaan Lapas Kelas IIA Kendari ditemukan oleh petugas pada Senin (22/6/2026). Foto: Dok. Istimewa.

Kendari – Petugas Lapas Kelas IIA Kendari kembali mengungkap upaya pelanggaran aturan di dalam lingkungan penjara.

Sebanyak dua unit telepon genggam atau handphone ditemukan tersembunyi di dalam kamar hunian warga binaan pada Senin (22/6/2026).

Ponsel tersebut ditemukan dalam kondisi sengaja disembunyikan di sela-sela kayu bagian bawah lemari di dalam kamar hunian.

Modus operandi ini diduga kuat dilakukan untuk mengelabui petugas selama proses pengawasan dan pemeriksaan rutin yang dilakukan oleh pihak lapas.

Kepala Kanwil Ditjenpas Sultra, Sulardi, menegaskan bahwa temuan ini menjadi perhatian serius bagi pihaknya.

Ia mengakui bahwa upaya penyelundupan barang terlarang ke dalam lapas masih menjadi tantangan yang nyata dan harus dihadapi dengan pengawasan ekstra.

“Temuan ini menunjukkan upaya penyelundupan dan penyimpanan barang terlarang masih menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama. Oleh karena itu, pengawasan dan pemeriksaan akan terus kami tingkatkan untuk memastikan tidak ada ruang bagi keberadaan handphone ilegal di Lapas,” ujar Sulardi dalam keterangannya.

Saat ini, tim pemeriksa masih melakukan pendalaman untuk mengidentifikasi pemilik ponsel tersebut sekaligus menelusuri jalur masuknya barang haram itu ke dalam lingkungan lapas.

Sulardi pun memberikan peringatan keras kepada seluruh jajarannya tanpa terkecuali. Ia memastikan sanksi tegas menanti jika terbukti ada oknum petugas yang terlibat dalam penyelundupan barang terlarang tersebut.

“Kami tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran. Apabila ditemukan adanya keterlibatan petugas dalam peredaran atau masuknya barang terlarang ke Lapas maka yang bersangkutan akan diproses dan ditindak tegas sesuai ketentuan hukum dan peraturan disiplin pegawai yang berlaku,” tegas Sulardi.

Sementara itu, Kepala Lapas Kendari, Muctar, menyatakan bahwa temuan ini akan dijadikan bahan evaluasi penting untuk memperketat sistem pengamanan di seluruh area lapas.

Jajarannya berkomitmen untuk meningkatkan intensitas pemeriksaan terhadap setiap barang maupun orang yang keluar masuk lingkungan lapas guna mengantisipasi kejadian serupa.

“Kami akan memperketat pemeriksaan terhadap setiap barang dan orang yang keluar masuk lingkungan Lapas guna mencegah masuknya barang-barang terlarang serta menjaga keamanan dan ketertiban tetap kondusif,” tutur Muctar.


Editor: Redaksi

error: Content is protected !!