Berita  

Pihak Travel Buka Suara soal Tambahan Biaya Rp 5 Juta untuk Jamaah Umrah Sultra

Ilustrasi. Foto: Dok. Istimewa.

Kendari – Travel Tajak Ramadhan Group (TRG) Kendari akhirnya angkat bicara menanggapi keluhan jamaah umrah asal Sulawesi Tenggara (Sultra) terkait adanya tambahan biaya Rp 5 juta per orang serta penundaan jadwal keberangkatan.

Humas Tajak Ramadhan Group, Diman, menjelaskan bahwa tambahan biaya tersebut muncul akibat kondisi tak terduga di Arab Saudi yang berdampak pada kenaikan harga sejumlah layanan.

Menurutnya, situasi tersebut membuat perencanaan awal tidak lagi sesuai dengan kondisi di lapangan.

Meski demikian, Diman menegaskan bahwa penambahan biaya tersebut tidak bersifat memaksa dan hanya ditawarkan kepada jamaah. Pihak travel, kata dia, tetap berkomitmen untuk memberangkatkan seluruh jamaah umrah yang telah terdaftar.

“Penambahan biaya itu terjadi karena kondisi kredit di Arab Saudi, sehingga semua layanan mengalami kenaikan dan tidak sesuai dengan perencanaan awal. Itu pun ditawarkan ke jamaah tanpa paksaan. Intinya, apa pun kondisinya, kami dari pihak travel tetap memberangkatkan jamaah,” ujar Diman, Kamis (29/1).

Ia juga menyampaikan bahwa dari total sekitar 280 jamaah yang direncanakan berangkat pada Januari 2026, sebagian besar sudah berada di Arab Saudi. Sementara sisanya masih menunggu proses administrasi.

“Sekitar 200 jamaah sudah berada di Arab Saudi untuk menjalankan ibadah. Sisanya, kurang lebih 75 jamaah, masih menunggu visa keluar,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah jamaah umrah pengguna jasa Tajak Ramadhan Group Kendari mengeluhkan adanya permintaan biaya tambahan sebesar Rp 5 juta per orang saat mereka sudah berada di Jakarta. Biaya tersebut disebut-sebut untuk mempercepat penerbitan visa umrah melalui jalur lobi.

Travel Tajak Ramadhan Group diketahui berkantor di Jalan Saosao, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Salah seorang jamaah berinisial W mengungkapkan bahwa total sekitar 91 jamaah menggunakan jasa travel tersebut dengan paket perjalanan yang bervariasi, mulai dari Rp 20 juta hingga Rp 30 juta per orang.

Menurut W, rombongan jamaah diberangkatkan dari Kendari ke Jakarta pada 16 Januari 2026. Namun, keberangkatan ke Tanah Suci tidak berjalan sesuai jadwal. Jamaah baru diberangkatkan ke Malaysia pada 24 Januari 2026, sementara hingga kini sebagian lainnya masih tertahan dan belum melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi.

Selain keterlambatan keberangkatan, jamaah juga mengeluhkan pelayanan yang dinilai kurang maksimal. Mereka mengaku kembali diminta mengeluarkan uang tambahan sebesar Rp 5 juta per orang saat berada di Jakarta dengan alasan adanya kenaikan biaya hotel.

“Iya, ada tambahan uang yang kami keluarkan lagi sebesar Rp 5 juta. Informasinya untuk biaya hotel karena harga naik,” ujar W, Rabu (28/1).


Editor: Muh Fajar

error: Content is protected !!