Pimpin PDI Perjuangan Bombana, Andi Muhammad Khaekal Bidik Kursi Ketua DPRD

Ketua DPC PDI Perjuangan Bombana periode 2025-2030, Andi Muhammad Khaekal. Foto: Dok. Istimewa.

Kendari – Andi Muhammad Khaekal resmi memegang kendali sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Bombana untuk periode 2025-2030. Penetapan oleh DPP PDI Perjuangan ini menjadi titik baru perjalanan politik anggota DPRD Bombana tersebut setelah melewati proses penjaringan dari tingkat kecamatan hingga seleksi final di pusat.

Pengumuman itu dibacakan Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sultra, Hasrat, pada gelaran Konferda dan Konfercab di Kendari, Senin (24/11) malam, sebelum Khaekal dilantik langsung oleh Ketua DPP PDI Perjuangan, Hj Wiryanti Sukamdani.

“Izinkan saya menyampaikan terima kasih kepada DPP PDI Perjuangan atas kepercayaan dan amanah ini,” ujar Khaekal usai ditetapkan.

Khaekal berjanji memegang amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab. Target besarnya cukup jelas: menaikkan perolehan kursi PDI Perjuangan di DPRD Bombana. Saat ini partai berlambang banteng itu menguasai empat kursi dan posisi Wakil Ketua DPRD.

“Nanti kursi harus bertambah, dan target utama adalah posisi Ketua DPRD,” tegasnya.

Tantangan terbesar ada di Dapil Kabaena, wilayah lima kursi yang hingga kini belum pernah ditembus PDI Perjuangan. Selain mempertahankan basis yang sudah ada, Khaekal menyebut “pecah telur” di Kabaena sebagai agenda wajib. Dapil 3 Poleang juga menjadi fokus garapan setelah pada Pemilu 2024 lalu PDI Perjuangan hanya terpaut tipis dari perebut kursi terakhir.

“Ke depan ini harus digarap serius. Tanpa kursi di Dapil itu, tekanan perjuangan kepentingan masyarakat jadi tidak maksimal,” jelasnya.

Kepercayaan diri Khaekal semakin kuat karena ia akan bertandem dengan Johan Salim sebagai Sekretaris DPC. Pengalaman Johan—dua periode di DPRD Bombana dan pernah menjadi Wakil Bupati—dinilai sebagai modal besar memperkuat konsolidasi partai. Keduanya kini sama-sama duduk di parlemen.

“Kami akan menyusun komposisi kepengurusan yang ideal, menggabungkan potensi anak-anak muda dengan sentuhan para senior. Pemilu nanti akan sangat ditentukan oleh suara generasi muda, jadi kami harus adaptif,” tambah Khaekal, yang juga putra mantan Bupati Bombana, Atikurrahman.

Ia memastikan semua kanal komunikasi partai akan diperkuat agar program dan agenda politik mudah dijangkau masyarakat.

Proses terpilihnya Khaekal bermula dari penjaringan PAC yang menghasilkan delapan nama: Herlin, Johan Salim, Asri, Jamaluddin, Faisal Sakti, Aswan, Suriadin, dan Khaekal. Dari delapan tersebut, tiga kandidat menjalani fit and proper test di DPP, sebelum akhirnya Khaekal diputuskan sebagai nakhoda baru PDIP Bombana.

Pada Pemilu 2024, Khaekal meraih 1.541 suara di Dapil 1 yang meliputi Rumbia, Rumbia Tengah, Mataoleo, dan Masaloka Raya. Sementara Johan Salim memperoleh 1.716 suara dari Dapil 4 yang mencakup Rarowatu, Rarowatu Utara, Lantara Jaya, dan Matausu.

Dengan kombinasi kepemimpinan baru ini, PDIP Bombana bersiap menata strategi besar menghadapi pertarungan politik lima tahun ke depan.


Editor: Muh Fajar

error: Content is protected !!