Pj Bupati Mubar Minta Pelaku Kekerasan Seksual Ditindak Tegas


Penjabat (Pj) Bupati Muna Barat (Mubar) Dr Bahri meminta pihak aparat kepolisan menindak tegas pelaku kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.
"Saya minta tindak kasus kekerasan seksual, jangan ditoleransi siapapun pelakunya, hukum harus ditegakkan," tegas Dr Bahri, Jumat (5/7)
Direktur Perencanaan Keuangan Daerah Kemendagri ini mengatakan kekerasan seksual adalah pelanggaran hak asasi manusia, pelanggaran konstitusi, kejahatan terhadap martabat kemanusiaan, serta bentuk diskriminasi yang harus dihapuskan.
Oleh karena itu, semua bentuk kekerasan seksual harus mendapat penanganan hukum yang sesuai serta tidak ada lagi penyelesaian di luar pengadilan dan pihak-pihak yang menghalangi aparat penegak hukum dalam menegakkan hukum.
Dirinya juga meminta kepada seluruh pihak, khususnya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) untuk memaksimalkan kinerja menekan angka kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di Mubar.
“Kalau pun ada, saya minta pihak RSUD menggratiskan visum bagi korban. DP3A juga harus memberikan pendampingan yang optimal,” tutup Bahri.
Penting diketahui dalam perkara pidana ada dua jenis delik sehubungan dengan pemprosesan perkara yakni delik biasa dan delik aduan. Dalam kasus kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan dikategorikan ke dalam delik biasa.
Jadi walaupun telah terjadi perdamaian antara korban dan pelaku maupun dilakukan pencabutan laporan atas kasus dugaan tersebut tetapi penyidik tetap berkewajiban untuk memproses kasusnya.
Kasus yang sudah dalam tahapan penyidikan untuk melakukan pemberhentian penyidikan secara hukum mekanisme yang dapat ditempuh adalah mengeluarkan Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan (SP3).
Apabila mengacu pada pasal 109 ayat (2) Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), secara hukum perkara delik biasa akan terus berjalan kecuali dalam proses penyidikan tidak ditemukannya cukup bukti untuk menuntut tersangka, tersangka meninggal dunia atau hal-hal yang sudah diatur di dalam KUHAP.
Laporan: Denyi Risman
Berita BerikutnyaPerumda dan Pakem Sisdesa Tingkatkan Perekonomian di Muna
Baca Juga
233 PNS Baru Muna Barat Disumpah, Darwin Soroti Disiplin hingga Kewajiban Tinggal di Daerah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengingatkan 233 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru diangkat agar menjaga disiplin dan mematuhi kewajiban sebagai aparatur negara, termasuk…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Darwin Klaim Rp200 Miliar Program Pusat Mengalir ke Muna Barat
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengklaim sekitar Rp200 miliar anggaran program pemerintah pusat mengalir ke daerahnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Dana tersebut berasal…
Bupati Muna Barat Soroti Telur Murah dari Sulsel, Peternak Terancam
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti persaingan harga telur dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai menghambat penjualan hasil peternakan ayam petelur lokal. Harga telur…
Darwin Perintahkan Inspektorat Muna Barat Periksa Kades dan Kepala Sekolah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, memerintahkan Inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap kepala desa, kepala sekolah, dan objek pemeriksaan (obrik) lainnya. Ia menegaskan, proses pemeriksaan harus…
Umroh Gratis hingga Sepeda Listrik, Yellow Run 5K Golkar Sultra Diserbu Ribuan Peserta
Kolaka – Ajang Yellow Run 5K yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026), diikuti ribuan peserta. Hadiah utama berupa…







