Polda Sultra Bongkar Aktivitas Tambang Ilegal di Oko-oko Kolaka, 1 Orang Jadi Tersangka


Kolaka – Langkah tegas diambil oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam memberantas praktik penambangan tanpa izin (PETI).
Terbaru, aparat kepolisian berhasil membongkar aktivitas tambang ilegal di Desa Oko-oko, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka.
Operasi ini tidak hanya menghasilkan penyitaan alat berat, tetapi juga menetapkan satu tersangka yang bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan akibat aktivitas terlarang tersebut.
Pengungkapan kasus ini bermula dari keresahan masyarakat terkait adanya aktivitas pertambangan yang mencurigakan di wilayah mereka.
Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Sultra, AKBP Edi Raharjono, mengungkapkan bahwa timnya langsung bergerak setelah menerima laporan warga.
"Ada laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas penambangan ilegal di Desa Oko-oko, Kecamatan Pomalaa. Tim langsung melakukan penyelidikan ke lokasi untuk memastikan kebenaran informasi tersebut," ujar AKBP Edi, Minggu (7/6/2026).
Setibanya di lokasi, petugas menemukan aktivitas penambangan yang berjalan tanpa mengantongi izin resmi sesuai regulasi pertambangan yang berlaku.
Dalam operasi lapangan tersebut, Ditreskrimsus Polda Sultra berhasil mengamankan sejumlah barang bukti penting yang memperkuat dugaan tindak pidana.
Polisi menyita tiga unit alat berat jenis excavator yang digunakan pelaku untuk mengeruk material tambang. Selain alat berat, tumpukan batu hasil tambang pun diamankan petugas.
Tidak berhenti pada penyitaan aset, polisi juga telah menetapkan pria berinisial DD (32) sebagai tersangka dalam kasus ini.
"Kami telah menetapkan satu orang tersangka berinisial DD. Tersangka saat ini sudah kami tahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut," tegas AKBP Edi.
Kini, tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Penyidik menjerat DD dengan Pasal 158 juncto Pasal 35 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba).
Polda Sultra juga menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan pengembangan kasus. Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain atau pihak-pihak yang terlibat dalam rantai operasional tambang ilegal di Desa Oko-oko ini.
Penindakan ini menjadi sinyal keras dari Polda Sultra bahwa tidak ada ruang bagi aktivitas pertambangan ilegal di wilayah Bumi Anoa.
Kepolisian berkomitmen untuk terus mengawasi dan menindak setiap pelanggaran yang merugikan negara dan merusak lingkungan.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaPencuri Spesialis Elektronik di Kendari Tertangkap, Sudah Beraksi di 41 Lokasi
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







