Berita  

Polda Sultra Jadi Lokasi Riset Puslitbang Polri Soal Pemberantasan Korupsi-Program MBG

Polda Sultra menerima kunjungan Puslitbang Polri dalam rangka pelaksanaan penelitian terkait optimalisasi pelaksanaan tugas Polri di daerah, bertempat di Aula Dhacara Polda Sultra, Senin (8/6/2026). Foto: Dok. Istimewa.

Kendari – Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) kedatangan tamu penting dari pusat. Tim Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri menyambangi Mapolda Sultra di Kendari, Senin (8/6/2026), untuk melakukan penelitian strategis berskala nasional.

Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi. Tim Puslitbang Polri membawa dua misi krusial yang tengah menjadi sorotan utama institusi kepolisian yakni penguatan pemberantasan korupsi dan dukungan terhadap program pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG).

Penelitian ini dipimpin langsung oleh Kombes Pol A. Widihandoko selaku Ketua Tim, dengan melibatkan pakar dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dini Dwi K. Mereka mendalami bagaimana Polda Sultra mengoptimalkan fungsi pemberantasan tindak pidana korupsi.

Bukan hanya soal teknis penindakan, riset ini menyoroti aspek yang lebih mendasar, yaitu sumber daya kaitannya dengan kecukupan personel dan anggaran, lalu pola pikir anggota dalam menangani kasus korupsi, serta efektivitas struktur organisasi dalam menjalankan tugas.

“Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan konstruktif bagi peningkatan pelaksanaan tugas Polri, khususnya dalam pemberantasan tindak pidana korupsi,” ujar Wakapolda Sultra, Brigjen Pol Budi Hermawan, saat membuka kegiatan di Aula Dhacara Polda Sultra.

Selain isu korupsi, tim peneliti juga membedah peran Polri dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program ini merupakan bagian dari visi besar Indonesia Emas 2045 yang membutuhkan pengawalan ketat dari sisi keamanan dan distribusi agar tepat sasaran.

Ketua Tim Puslitbang Polri, Kombes Pol A. Widihandoko, menjelaskan bahwa masukan dari Polda Sultra sangat penting untuk menyusun kebijakan nasional yang aplikatif.

“Kami ingin memperoleh data dan informasi komprehensif dari satuan kewilayahan. Pengalaman dan inovasi yang diterapkan di lapangan akan menjadi bahan evaluasi serta penyempurnaan kebijakan Polri di masa depan,” tegas Widihandoko.

Penelitian ini dilakukan melalui serangkaian sesi pemaparan, diskusi mendalam, dan pengumpulan data dari para pejabat utama Polda Sultra serta satuan kerja terkait.

Hasil dari kunjungan ini nantinya akan menjadi fondasi bagi Polri dalam menentukan arah kebijakan yang lebih tajam, baik dalam penegakan hukum tindak pidana korupsi maupun pengamanan program-program strategis pemerintah demi kesejahteraan masyarakat.


Editor: Redaksi

error: Content is protected !!