Daerah  

Polres Buton Tengah: Call Center 110 Siap Tangani Kendala Pemudik

Wakapolres Buton Tengah, Kompol Bagio, memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat Anoa 2025 di halaman Mako Polres Buton Tengah, Kamis (20/3). Foto: Dok. Istimewa.

Buton Tengah – Ribuan langkah akan berjejal di jalur mudik, deru kendaraan membelah jalanan, dan harapan akan perjumpaan keluarga menggantung di setiap perjalanan. Demi memastikan perjalanan pulang kampung berjalan aman dan lancar, Polres Buton Tengah menggelar Operasi Ketupat Anoa 2025, yang akan berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Maret hingga 8 April 2025.

Dalam apel gelar pasukan yang berlangsung di halaman Mako Polres Buton Tengah, Kamis (20/3) pagi, Wakapolres Buton Tengah Kompol Bagio, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan 141 personel gabungan yang akan ditempatkan di empat pos pengamanan, tersebar di titik-titik strategis.

“Kami mengerahkan sebanyak 141 personel yang terdiri dari personel Polri dan bantuan pengamanan dari TNI, Pol-PP, Dishub, tenaga kesehatan, Senkom, dan Pramuka yang dibagi ke dalam 4 pos, yaitu 2 Pos Pengamanan di Pelabuhan Mawasangka dan Pelabuhan Feri Tolandona, 1 Pos Pelayanan di Perempatan Lombe, serta 1 Pos Terpadu di Pelabuhan Feri Wamengkoli,” jelasnya.

Namun, perjalanan jauh sering kali diiringi oleh kemungkinan hambatan. Ban kempis di tengah malam, kendaraan mogok di jalanan sepi, atau situasi darurat lain yang bisa menghadang pemudik di tengah jalan. Untuk itu, Polres Buton Tengah menegaskan bahwa call center 110 siap siaga 24 jam untuk melayani masyarakat yang mengalami kendala selama perjalanan.

“Keberadaan pos dan penempatan personel ini kami harapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman serta membantu kelancaran masyarakat yang melaksanakan mudik agar berjalan dengan optimal. Apabila mendapat kendala selama perjalanan dapat menghubungi kami melalui call center Polri 110, kami akan langsung menuju ke lokasi Anda,” tegas Kompol Bagio.

Mudik adalah perjalanan pulang menuju hangatnya keluarga, dan Polres Buton Tengah memastikan tak ada yang merasa sendirian di tengah perjalanan. Dengan kesiapan personel dan layanan darurat yang selalu siaga, harapan mereka hanya satu: setiap pemudik tiba di rumah dengan selamat, tanpa kehilangan senyum di wajah.


Editor: Denyi Risman

error: Content is protected !!