Polres Konawe Bekuk Komplotan Curanmor yang Beraksi di 18 TKP


Konawe - Satuan Reserse Kriminal Polres Konawe berhasil membongkar komplotan pencuri sepeda motor yang beraksi di 18 lokasi berbeda di wilayah hukum mereka.
Empat orang pelaku berhasil diamankan setelah tim Resmob Polres Konawe menindaklanjuti laporan masyarakat terkait maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor di daerah tersebut.
Kasat Reskrim Polres Konawe, AKP Taufik Hidayat, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari laporan seorang warga pada 12 Oktober 2025 yang kehilangan dua unit sepeda motor di Kelurahan Lambuya, Kecamatan Lambuya.
“Dari laporan itu, tim kami langsung bergerak melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan empat orang tersangka,” ungkap AKP Taufik, Senin (27/10).
Empat tersangka yang diamankan masing-masing berinisial FAP (31), warga Desa Awuliti Kecamatan Lambuya; SF (48), warga Kelurahan Korumba Kecamatan Wawotobi; SM (42), warga Kelurahan Puunaha Kecamatan Unaaha; dan S (34).
Tiga pelaku ditangkap pada 12 Oktober 2025 di wilayah Kecamatan Unaaha, sementara tersangka S dibekuk pada 24 Oktober 2025 di Kelurahan Puunaha, Konawe.
Menurut AKP Taufik, SF dan FAP berperan sebagai pelaku utama yang beraksi di sekitar 18 lokasi. Sedangkan SM, yang merupakan pacar FAP, membantu menyembunyikan dan menguasai hasil curian, bahkan sempat menggunakan satu unit Honda Scoopy hasil kejahatan. Adapun S membantu menjual mesin traktor hasil curian untuk dibagi bersama para pelaku.
“Modus mereka cukup sederhana. Mereka mencari motor yang terparkir tanpa kunci stang di halaman rumah atau tempat sepi, lalu mendorongnya ke lokasi aman untuk menyalakan mesin dengan menyambung kabel kontak,” jelas Taufik.
Sebagian hasil curian disembunyikan di rumah pelaku, sementara sebagian lainnya dijual ke luar wilayah Konawe. Dari hasil pengungkapan, polisi berhasil menyita 15 unit sepeda motor berbagai merek, satu unit sepeda kayuh merek United, dan satu mesin traktor sawah.
Total ada 18 lokasi kejadian yang tersebar di Kecamatan Meluhu, Unaaha, Lambuya, Wawotobi, Konawe, Morosi, Anggaberi, dan Kolaka Timur.
Para pelaku dijerat Pasal 363 ayat (1) ke-3e, ke-4e, dan ke-5e KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, subsider Pasal 362 KUHP, serta Pasal 480 KUHP tentang penadahan, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.
AKP Taufik menegaskan, penyidik masih mendalami kemungkinan adanya tersangka dan lokasi tambahan, termasuk pihak lain yang diduga menjadi penadah hasil curian.
“Polres Konawe akan terus bekerja maksimal untuk menuntaskan jaringan ini. Kami juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada dalam menjaga kendaraannya,” ujarnya.
Ia mengingatkan masyarakat untuk menggunakan kunci ganda, memastikan area parkir terang dan aman, tidak meninggalkan STNK atau barang berharga di motor, serta memasang CCTV bila memungkinkan.
Di akhir pernyataannya, AKP Taufik menyampaikan apresiasi kepada warga yang aktif memberikan informasi.
“Informasi dari masyarakat sangat membantu kami dalam mengungkap kasus ini. Mari bersama menjaga keamanan lingkungan karena keamanan adalah tanggung jawab kita semua,” tutupnya.
Editor: Denyi Risman
Berita BerikutnyaPegawai Bapas Baubau Raih Medali di Ajang Internasional Prison FitX Challenge di Brunei
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







