Muna Barat – Program bantuan ayam petelur Pemerintah Kabupaten Muna Barat mulai menunjukkan hasil mencolok, terutama di Desa Madampi, Kecamatan Lawa. Salah satu kelompok penerima, Kelompok Tani Muda, kini mencatatkan produksi tertinggi setelah mencapai 94 persen dari total 1.500 ekor bibit yang mereka kelola.
Capaian itu melampaui target produksi yang ditetapkan Dinas Peternakan, bahkan berada di atas kelompok-kelompok penerima lainnya. Fakta ini menempatkan Desa Madampi sebagai lokasi dengan performa paling mencolok dalam program yang digelontorkan melalui APBD Reguler 2025 tersebut.
Plt. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Muna Barat, La Samaruddin, mengungkapkan bahwa capaian produksi di atas 80 persen bukan lagi pengecualian.
“Kalau di atas 80 persen itu lebih dari 10 kandang. Bahkan beberapa kandang itu sudah mencapai di atas 90 persen hasil produksinya. Salah satunya itu Kelompok Tani Muda, Desa Madampi, Kecamatan Lawa. Mereka sudah mencapai 94 persen dari jumlah 1.500 ekor,” ungkapnya, Jumat (5/12).
Dinas menyebutkan bahwa total 20.000 bibit ayam petelur yang dibagikan kepada 43 kelompok telah disalurkan dalam dua tahap, masing-masing 10.000 bibit. Seluruh kelompok kini menjalankan produksi secara mandiri setelah menerima bantuan awal berupa bibit, pakan dua bulan, serta pendampingan teknis.
La Samaruddin menegaskan bahwa program ini dirancang untuk meningkatkan pendapatan dan kemandirian kelompok peternak.
“Bantuan ini secara khusus bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi kelompok ternak,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pendampingan masih dilakukan, terutama untuk menjaga kestabilan produksi.
“Awalnya kita berikan bantuan bibit dan pakan kurang lebih selama dua bulan (fase awal). Sekarang peran Peternakan sekarang hanya mengawasi dan mengedukasi sehingga produksi telur tidak menurun. Ini ada beberapa kandang yang kita awasi tapi khusus pengembangan,” terangnya.
Di balik keberhasilan tersebut, isu ketersediaan pakan yang kerap menjadi ancaman bagi peternak tetap menjadi perhatian. Namun Dinas memastikan kondisi pakan di Muna Barat masih terkendali.
“Alhamdulillah berdasarkan pantauan kami masih aman. Ada ketersediaan pakan, dan kita selalu memberi informasi, kalau kosong pakan kita arahkan di tempat yang tersedia. Kebetulan yang sering komunikasi dengan kita itu dari Pokpan,” pungkasnya.
Editor: Redaksi








