Produktivitas Naik: Program Ayam Petelur Muna Barat Jadi Penopang Kemandirian Pangan

Bupati Muna Barat La Ode Darwin saat meninjau lokasi ternak ayam petelur dan menunjukkan hasil produksi telur milik kelompok tani di Kelurahan Konawe, Kecamatan Kusambi, Rabu (17/9). Foto: Dok. Istimewa.

Muna Barat – Pemerintah Kabupaten Muna Barat di bawah kepemimpinan Bupati La Ode Darwin terus menguatkan komitmennya membangun kemandirian pangan daerah melalui program bantuan ayam petelur.

Program ini tak hanya sekadar penyaluran bibit, tetapi disertai mekanisme pengawasan ketat dan monitoring lapangan yang dilakukan berjenjang hingga ke tingkat kelompok tani.

Program yang dimulai sejak penyerahan bibit ayam petelur pada peringatan HUT RI ke-80, 17 Agustus 2025 lalu, kini telah menunjukkan hasil produksi nyata.

Investigasi advetorial ini menelusuri alur program tersebut, mulai dari penyerahan, verifikasi penerima, pembentukan satgas pengawasan, hingga kondisi produksi telur di masing-masing kelompok tani.


Bupati Darwin: “Ini Komitmen Kami untuk Kemandirian Ekonomi Masyarakat”

Penyerahan bantuan ayam petelur sebanyak 20.000 ekor untuk 23 kelompok, berikut 105 ton pakan untuk kebutuhan dua bulan pertama, dilakukan langsung oleh Bupati Darwin.

Ia menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari visi misi pembangunan daerah yang telah ia sampaikan sejak masa kampanye.

“Bantuan ini bagian dari komitmen kami meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak. Program ini masuk dalam 100 hari kerja kami dan sesuai visi-misi untuk membangun masyarakat yang mandiri,” tegas Darwin.

Untuk memastikan program berjalan tanpa penyimpangan, Pemerintah Kabupaten Muna Barat membentuk Satgas Pengawasan berisi unsur Kejaksaan, Kepolisian, TNI, dan pemerintah daerah.

Satgas ini bertugas memeriksa secara berkala agar bantuan tidak dijual dan benar-benar dikelola sesuai peruntukan.

Darwin menegaskan konsekuensi bagi penerima bantuan yang mencoba memperjualbelikan bibit.

“Kalau ditemukan menjual bantuan, kelompok langsung diproses hukum. Kami ingin program ini benar-benar memberi hasil,” ujarnya.


Monitoring Intensif: Dinas Pertanian Bentuk Satgas Ternak

Tak berhenti pada tahap penyerahan, Dinas Pertanian Muna Barat turut mengambil peran penuh dalam pengawasan teknis.

Kepala Dinas Pertanian, Nestor Jono, menyampaikan bahwa setiap perkembangan ternak dicatat dan dievaluasi harian.

Demi memastikan kesehatan ayam dan keberlanjutan produksi, dibentuk Satgas Ternak yang diketuai seorang dokter hewan dan diperkuat oleh tenaga teknis di tiap kelompok.

“Setiap kelompok didampingi dua staf teknis yang memantau ternak pagi dan sore. Mereka melaporkan kondisi ayam dan stok pakan di grup Satgas agar masalah cepat ditangani,” jelas Nestor.

Hasil monitoring pada 9 September 2025 menggambarkan kondisi awal produksi dari empat kelompok sampel:

1. Kelompok Tani Tunas Baru, Desa Kusambi

Tunas Baru I: 981 ekor → menghasilkan 15 rak + 23 butir telur

Tunas Baru II: 1.419 ekor → menghasilkan 42 butir telur

Produksi stabil, stok pakan aman.

2. Sinergi Tani Milenial, Desa Guali

995 ekor → 450 butir telur

Dua ayam sakit sudah membaik; stok pakan aman.

3. Mekar Jaya, Desa Bakeramba

2.191 ekor → 752 butir telur

Enam ayam mengalami gangguan kesehatan dan sedang ditangani.

Meski hasil awal cukup menjanjikan, persoalan kesehatan ayam masih menjadi pekerjaan teknis yang harus terus diantisipasi.


Suara Lapangan: “Produksi Jalan, Tapi Ada Kendala Lalat yang Harus Ditangani”

Saat monitoring lanjutan pada 17 September 2025, Bupati Darwin turun langsung ke kelompok tani di Desa Kampobalano, Desa Guali, dan Kelurahan Konawe.

Ia melihat sendiri proses vaksinasi ayam petelur dan perkembangan produksi di tiga lokasi tersebut.

Salah satu anggota kelompok Sinergi Milenial, Hendring, mengaku produksi telur sudah berjalan dua bulan sejak Agustus. Namun ia mengungkapkan masalah baru yang muncul belakangan:

“Pakan aman, tidak ada kendala. Tapi lalat mulai banyak dan itu bisa pengaruhi hasil produksi. Ini yang perlu perhatian,” katanya.

Menurutnya, bantuan bibit dan pakan sangat membantu, namun faktor sanitasi lingkungan harus diperkuat agar produksi tetap maksimal.


Bupati Pastikan Produksi Meningkat: “Kami Tak Mau Program Ini Hanya Seremonial”

Dari hasil monitoring lapangan, Darwin menilai perkembangan produksi sudah berada di jalur yang benar. Namun ia menekankan bahwa kelompok tani harus mampu mandiri setelah bantuan awal selama dua bulan.

“Kami pastikan bantuan ini tidak berhenti di acara seremonial. Produksi telur harus maksimal agar Muna Barat bisa menjadi pemasok telur ke daerah lain,” tegas Darwin.

Ia juga memastikan bahwa vaksinasi massal, pengawasan kesehatan ayam, dan suplai pakan selama dua bulan pertama akan terus dilakukan hingga kelompok benar-benar stabil.Adv


Editor: Redaksi

error: Content is protected !!