Daerah  

PT GKP Dorong Perubahan Pola Tangkap Nelayan Wawonii Lewat Program Rumpon

Rumpon neyalan di Wawonii. Foto: Dok. Istimewa.

Wawonii – PT Gema Kreasi Perdana (GKP) mendorong transformasi pola tangkap nelayan di Wawonii Tenggara, Sulawesi Tenggara, melalui program pemasangan rumpon di perairan lepas. Program ini diharapkan mengubah kebiasaan nelayan dari pencarian ikan secara acak menjadi lebih terarah dan terencana.

Langkah tersebut tak hanya meningkatkan efektivitas penangkapan, tetapi juga membuka peluang pengelolaan perikanan yang lebih tertib di tingkat komunitas pesisir.

Community Development Supervisor PT GKP, Muhammad Sahib Fabanyo, menegaskan bahwa masyarakat pesisir merupakan bagian penting dalam pembangunan wilayah kepulauan seperti Wawonii.

“Beroperasi di wilayah kepulauan, masyarakat pesisir adalah bagian integral dari kemajuan daerah ini. Program rumpon ini kami hadirkan untuk memperkuat produktivitas mereka, sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya laut,” kata Sahib, Selasa (31/3).

Saat ini, satu unit rumpon yang telah dipasang mulai dimanfaatkan nelayan dari sejumlah desa pesisir. Pada tahap awal, program ini masih dalam uji coba dengan pemantauan dan evaluasi untuk mengukur dampaknya terhadap hasil tangkapan.

Secara teknis, rumpon berfungsi sebagai titik berkumpulnya ikan. Kehadiran titik ini memberi kepastian lokasi tangkap, sehingga nelayan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada perkiraan atau pengalaman saat melaut.

Manfaatnya mulai dirasakan nelayan. Oscar, nelayan asal Desa Roko-Roko, mengaku kini lebih mudah menemukan ikan.

“Dengan adanya rumpon ini, kami jadi lebih mudah mencari ikan. Biasanya kami harus berjam-jam mencari lokasi, sekarang sudah lebih terarah. Ini sangat membantu kami, terutama dalam menghemat biaya bahan bakar dan waktu,” katanya.

Keberadaan rumpon juga mendorong meningkatnya interaksi antar nelayan, terutama dalam berbagi informasi terkait lokasi dan waktu penangkapan.

Perwakilan Koperasi Nelayan Sejahtera Desa Teporoko, Ardan, menilai program ini sebagai langkah awal menuju sistem perikanan yang lebih terorganisir.

“Program ini bukan hanya meningkatkan hasil tangkapan, tetapi juga mendorong pola melaut yang lebih terencana. Nelayan bisa lebih terarah, saling berbagi informasi, dan mulai membangun pengelolaan perikanan yang lebih tertib dan berkelanjutan,” jelasnya.

Menurut Ardan, pola tangkap yang lebih terstruktur akan membantu nelayan mengoptimalkan waktu melaut sekaligus mengurangi tekanan terhadap sumber daya laut.

Program ini juga melibatkan masyarakat sejak tahap perencanaan hingga pemasangan, agar pemanfaatan rumpon dapat dikelola secara kolektif oleh komunitas.

Dari sisi perusahaan, inisiatif ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Corporate Social Responsibility (CSR) atau Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) untuk mendorong kemandirian nelayan pesisir.

Manager Strategic Communications PT GKP, Hendry Drajat, menegaskan keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah rumpon yang dipasang, tetapi dari kemampuan masyarakat dalam mengelolanya secara berkelanjutan.

“Ke depan, program ini tidak berhenti pada penambahan rumpon di beberapa titik desa lain. Yang lebih penting adalah bagaimana manfaatnya bisa berkelanjutan dan dikelola langsung oleh masyarakat. Karena itu, kami akan terus mendorong penguatan kapasitas kelompok nelayan, termasuk dalam pengelolaan hasil tangkapan dan praktik penangkapan yang bertanggung jawab,” terangnya.

Ia menambahkan, keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci keberlanjutan program.

“Kami berharap program ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi komunitas pesisir secara lebih luas,” tutupnya.


Editor: Muh Fajar

error: Content is protected !!