Rajiun Tumada: Figur Berpengalaman dan Peluang Besar Jadi Bupati Muna

Ribuan simpatisan tumpah ruah di sekitar Tugu Jati, Kota Raha, pada Kamis (18/7), untuk menghadiri deklarasi La Ode M Rajiun Tumada dan Purnama Ramadan. Foto: Dok. Istimewa.

Muna – Ribuan simpatisan tumpah ruah di sekitar Tugu Jati, Kota Raha, pada Kamis (18/7), untuk menghadiri deklarasi La Ode M Rajiun Tumada dan Purnama Ramadhan sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Muna pada Pilkada 2024.

Deklarasi yang dimulai dengan kedatangan spektakuler Rajiun dan Purnama menggunakan speed boat dan diarak dengan menunggang kuda ini, menunjukkan antusiasme dan dukungan luas dari masyarakat Muna.

Masyarakat yang hadir dengan penuh semangat meneriakkan dukungan mereka untuk Rajiun Tumada dan Purnama Ramadhan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Muna 2024-2029.

Latar Belakang dan Pengalaman

La Ode M. Rajiun Tumada lahir di Labongkuru pada 9 Maret 1970. Pendidikan dasarnya diselesaikan di SD Negeri 3 Raha, dilanjutkan di SMP 1 Raha dan SMA SGO Kendari. Kemudian, ia meraih gelar sarjana dari IKIP Manado dan gelar pasca sarjana dari Universitas Sam Ratulangi.

Pengalaman kerja Rajiun Tumada beragam dan strategis, mulai dari Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban di Pemerintah Manado hingga Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Sulawesi Tenggara. Ia juga pernah menjabat sebagai Penjabat Bupati Muna Barat (2014-2016) dan Bupati Muna Barat terpilih untuk periode 2017-2022. Dalam peran-peran ini, Rajiun dikenal dengan kebijakan dan program inovatif serta komitmennya terhadap pembangunan daerah.

Dukungan Politik yang Kuat

Pada tahun 2020 lalu, La Ode M. Rajiun Tumada juga mencalonkan diri menjadi bupati di Muna berpasangan dengan La Pili. Rajiun-Pili didukung oleh Partai Nasdem, PAN, Hanura, PPP, Demokrat, dan Gerindra. Mereka melawan pasangan petahana, La Ode Muhamad Rusman Emba-Bahrun Labuta, yang diusung oleh PDI-P, Partai Golkar, PKS, dan PKB.

Dari 409 TPS di Kabupaten Muna, Rajiun-Pili unggul di dua kecamatan yakni Kecamatan Parigi dan Marobo. Namun, pasangan Rusman-Bachrun unggul di 19 kecamatan lainnya, termasuk Kecamatan Napabalano, Maligano, Wakorumba Selatan, Lasalepa, Batalaiwaru, Katobu, Duruka, Lohia, Watopute, Kontunaga, Kabangka, Kabawo, Bone, Tongkuno, Pasir Putih, Kontu Kowuna, Tangkuno Selatan, Pasi Kolaga, dan Batukara. Sayangnya, Rajiun-Pili kalah dengan perolehan suara 56.008 atau 46,6 persen, sementara rivalnya Rusman–Bachrun berhasil meraih 64.221 suara atau 53,4 persen.

Dengan dukungan dari Partai Gerindra yang memiliki 4 kursi dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang memiliki 3 kursi, Rajiun Tumada dan Purnama Ramadhan memiliki basis politik yang kuat dalam pencalonan kali ini. Dukungan politik ini menjadi modal penting dalam memungkinkan pembangunan koalisi yang lebih besar dan mendapatkan dukungan luas dari masyarakat. Kerjasama dengan Purnama Ramadhan sebagai pasangan calon juga diharapkan dapat menarik simpati pemilih dari berbagai kalangan.

Tantangan dan Peluang

Meskipun dukungan politiknya signifikan, Rajiun Tumada masih harus menghadapi tantangan berat. Persaingan antar kandidat yang ketat serta dinamika politik lokal yang kompleks memerlukan strategi kampanye yang efektif dan berkelanjutan. Namun, dengan rekam jejak yang baik dan pengalaman yang luas, Rajiun memiliki peluang besar untuk memenangkan hati pemilih.

Visi dan misi Rajiun yang berfokus pada pembangunan infrastruktur, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta reformasi birokrasi dapat menjadi faktor penentu dalam menarik dukungan lebih luas. Keterlibatannya dalam organisasi kemasyarakatan seperti GP Ansor dan KNPI menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan sumber daya manusia dan partisipasi aktif dalam masyarakat.

Kesimpulan

Dengan dukungan politik yang kuat dan pengalaman yang luas dalam pemerintahan, La Ode M. Rajiun Tumada memiliki peluang besar untuk menjadi Bupati Muna. Keberhasilannya akan sangat bergantung pada kemampuan menggalang dukungan dari berbagai elemen masyarakat dan menjalankan kampanye yang efektif. Jika berhasil, ia diharapkan dapat membawa perubahan positif dan pembangunan berkelanjutan bagi Kabupaten Muna.


Laporan: Denyi Risman

error: Content is protected !!