Kendari – Pemerintah Kota Kendari mengerahkan langkah tegas untuk membersihkan birokrasi dari ancaman penyalahgunaan narkoba melalui tes urine mendadak terhadap ratusan aparatur sipil negara (ASN) dan 65 lurah se-Kota Kendari, Senin (1/12).
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, menyasar pejabat eselon dua, eselon tiga, camat hingga para lurah.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menegaskan pihaknya tidak memberi ruang kompromi bagi ASN yang mencoba menghindar.
“Pemerintah Kota Kendari berkomitmen membasmi narkoba, yang mana kita mulai dari internal pemerintahan dulu,” katanya.
Ia menyebut sekitar tiga ratus ASN diwajibkan mengikuti tes tersebut, dan absensi bukan alasan untuk luput dari pemeriksaan.
Siska menegaskan bahwa ASN yang tidak hadir pada tes urine hari ini akan dijadwalkan ulang, bahkan pemerintah siap turun langsung mendatangi rumah mereka.
Pemeriksaan itu, kata dia, bukan sekadar formalitas, melainkan upaya serius menutup celah potensi penyalahgunaan narkoba di lingkup pemerintahan.
“Juga secara kesehatan hasilnya kita serahkan petugas kesehatan untuk ditangani,” ujarnya.
Sanksi disiplin juga menanti bagi mereka yang kedapatan positif menggunakan narkoba. Siska memastikan hukuman diberikan sesuai kode etik kepegawaian yang diatur BKPSDM.
Pendekatan kesehatan dan rehabilitasi turut ditempuh, bergantung pada temuan pemeriksaan.
Sementara itu, Kepala Tim Pemberdayaan Masyarakat BNN Kota Kendari, Arfrida Alik, mengonfirmasi pemeriksaan ini merupakan inspeksi dadakan atas permintaan langsung wali kota.
“Hari ini mereka datang di kantor BNN Kota Kendari untuk urine. Ada juga yang belum tes urine karena sakit dan tugas kantor,” ucapnya. Total 265 ASN tercatat mengikuti pemeriksaan di kantor BNN.
Arfrida menegaskan operasi ini tidak hanya membuktikan komitmen pemerintah, tetapi juga memastikan aspek keteladanan pejabat publik dalam kampanye antinarkoba.
“Karena bagaimana pemerintah bisa menyampaikan jauhi narkoba di masyarakat, kalau di lingkungan mereka atau sekitarnya belum bersih dari narkoba,” ujarnya.
BNN bersama Pemkot Kendari, lanjut Arfrida, akan terus menjalankan edukasi dan sosialisasi pencegahan narkoba sesuai instruksi presiden dan program P4GN. Hasil tes urine ini nantinya langsung dilaporkan kepada Wali Kota Kendari.
“Kalau ada yang terdeteksi kami akan serahkan ke pemerintah kota, dan untuk kami, seandainya ada akan direhabilitasi,” kata Arfrida.
Editor: Redaksi








