RDP di DPRD Sultra, PT TIS Tegaskan Punya Izin Resmi Aktivitas di Desa Bangun Jaya


Kendari - Polemik aktivitas tambang PT Tambang Indonesia Sejahtera (TIS) di Desa Bangun Jaya, Kecamatan Lainea, Kabupaten Konawe Selatan, kembali dibahas.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar rapat dengar pendapat (RDP) pada Selasa, 9 September 2025, untuk menindaklanjuti polemik yang melibatkan perusahaan tersebut.
RDP ini diwarnai dengan kehadiran puluhan warga Desa Bangun Jaya. Mereka datang dengan sikap beragam, ada yang mendukung keberadaan PT TIS, namun tak sedikit pula yang menolak karena dianggap menimbulkan persoalan di tengah masyarakat.
Zaldin, perwakilan dari Lembaga Aliansi Pemerhati Keadilan (Arpeka), menilai keberadaan PT TIS justru memicu konflik horizontal. Ia menuding perusahaan menggunakan lahan warga sebagai akses jalan tambang tanpa memenuhi kesepakatan kompensasi.
“Ada lahan masyarakat yang dipakai sebagai jalan, tapi perjanjian kompensasinya belum dituntaskan. Padahal masyarakat menunggu janji tersebut,” tegas Zaldin.
Ia juga menyebut Kepala Desa Bangun Jaya sempat dikriminalisasi karena dituding menghambat aktivitas perusahaan.
Menanggapi hal itu, Direktur Operasional PT TIS, Sabaruddin, menegaskan perusahaan telah beroperasi secara resmi sejak 2019. Menurutnya, pada 2020 pihaknya bahkan telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan melibatkan instansi terkait.
“Jadi jelas bahwa kehadiran PT TIS diketahui oleh masyarakat sejak awal,” ujar Sabaruddin.
Soal tudingan ilegal, ia menampik keras. PT TIS, kata dia, telah mengantongi izin lengkap, mulai dari Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasional Produksi (OP), Surat Keputusan Kelayakan Lingkungan Hidup (SKKL), hingga Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).
Selain itu, aktivitas tambang dilakukan di lahan bersertifikat milik warga bernama Dawida seluas 1 hektare.
"Kami tidak pernah menyerobot tanah masyarakat seperti yang dituduhkan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Bangun Jaya, Masrin, membantah tudingan bahwa dirinya menghalangi aktivitas perusahaan. Menurutnya, yang ia lakukan hanyalah meminta PT TIS melakukan mediasi dengan masyarakat guna mencari solusi atas masalah yang ada. Namun, permintaan tersebut hingga kini belum terealisasi.
Ketua Komisi I DPRD Sultra, La Isra, menyatakan pihaknya akan mendalami lebih jauh persoalan ini. Ia memastikan RDP lanjutan akan kembali digelar untuk membahas kelanjutan konflik antara PT TIS dengan masyarakat.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaDugaan Dobel Klaim BPJS oleh RS Hermina Kendari Dibahas di RDP DPRD, Ini Hasilnya
Baca Juga
233 PNS Baru Muna Barat Disumpah, Darwin Soroti Disiplin hingga Kewajiban Tinggal di Daerah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengingatkan 233 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru diangkat agar menjaga disiplin dan mematuhi kewajiban sebagai aparatur negara, termasuk…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Darwin Klaim Rp200 Miliar Program Pusat Mengalir ke Muna Barat
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengklaim sekitar Rp200 miliar anggaran program pemerintah pusat mengalir ke daerahnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Dana tersebut berasal…
Bupati Muna Barat Soroti Telur Murah dari Sulsel, Peternak Terancam
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti persaingan harga telur dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai menghambat penjualan hasil peternakan ayam petelur lokal. Harga telur…
Darwin Perintahkan Inspektorat Muna Barat Periksa Kades dan Kepala Sekolah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, memerintahkan Inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap kepala desa, kepala sekolah, dan objek pemeriksaan (obrik) lainnya. Ia menegaskan, proses pemeriksaan harus…
Umroh Gratis hingga Sepeda Listrik, Yellow Run 5K Golkar Sultra Diserbu Ribuan Peserta
Kolaka – Ajang Yellow Run 5K yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026), diikuti ribuan peserta. Hadiah utama berupa…







