Kendari – Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, kembali mendorong pemerintah pusat merealisasikan pembangunan jaringan kereta api di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Menurutnya, kehadiran moda transportasi massal tersebut akan menjadi penggerak baru bagi mobilitas masyarakat, distribusi logistik, hingga pertumbuhan ekonomi daerah.
Ridwan mengungkapkan, usulan pembangunan jalur kereta api di Sultra sebenarnya telah lama disampaikan. Bahkan, trase atau rute awalnya sudah pernah dirancang sebagai bagian dari pengembangan jaringan transportasi nasional di kawasan Indonesia tengah.
“Sulawesi Tenggara saya sudah pernah usul. Bahkan trase-nya sudah direncanakan,” ujar Ridwan saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, dilansir dari Antara.
Meski demikian, ia mengakui kajian kelayakan masih menjadi tantangan sebelum proyek tersebut dapat direalisasikan. Namun, menurutnya, pembangunan infrastruktur strategis seperti kereta api harus dipandang sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar menjawab kebutuhan saat ini.
Ridwan menilai keberadaan kereta api akan menghadirkan transportasi yang lebih efisien, aman, dan terintegrasi, sekaligus mendukung perkembangan aktivitas ekonomi di Sultra yang terus meningkat.
Tak hanya melayani angkutan penumpang, jaringan perkeretaapian juga diyakini mampu memangkas biaya logistik dan meningkatkan konektivitas antardaerah. Hal itu dinilai penting mengingat Sultra memiliki potensi besar di sektor industri, pertambangan, serta berbagai komoditas unggulan yang membutuhkan sistem transportasi massal yang andal.
“Kereta api akan memberikan manfaat ganda, yakni memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat distribusi hasil industri, pertambangan, dan komoditas daerah,” katanya.
Ridwan menegaskan Komisi V DPR RI akan terus mengawal agar Sulawesi Tenggara masuk dalam agenda pengembangan jaringan perkeretaapian nasional sebagai bagian dari pemerataan pembangunan di Indonesia.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan pemerintah menargetkan pembangunan dan reaktivasi sekitar 14.000 kilometer jalur kereta api di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.
Menurut AHY, Sulawesi saat ini baru memiliki sekitar 109 kilometer jalur kereta api, sementara kebutuhan tambahan diperkirakan mencapai 3.284 kilometer.
Pemerintah pun mendorong percepatan pembangunan jaringan kereta api di luar Pulau Jawa guna menekan biaya logistik, mengurangi kesenjangan wilayah, dan memperkuat konektivitas nasional.
Editor: Muh Fajar








