Sadis, Adik 7 Tahun Jadi Saksi Kakaknya Ditebas Hingga Tewas di Kolaka Timur


Kolaka Timur - Peristiwa tragis yang mengguncang Desa Wundubite, Kecamatan Poli-Polia, Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara (Sultra), memperlihatkan betapa keji tindakan seorang remaja berinisial RH bin B (18).
Bocah perempuan berusia 10 tahun, MA, meregang nyawa setelah ditebas dengan parang di hadapan adiknya sendiri, W (7), saat keduanya hendak mengaji, Jumat (5/9) pagi.
Kasi Humas Polres Kolaka Timur, Iptu Irwan Pansha, membenarkan peristiwa berdarah itu. Ia menyebut, pelaku RH yang merupakan warga Dusun I Desa Wundubite berhasil diamankan sesaat setelah kejadian.
“Telah diamankan pascakejadian. Saat ini berada di kantor diperiksa,” ujarnya.
Rekonstruksi kronologis yang dihimpun polisi dari keterangan saksi dan warga setempat mengungkap detik-detik mengerikan itu. Sekitar pukul 06.30 Wita, MA dan adiknya berjalan menuju tempat pengajian. Tiba-tiba, RH muncul menghadang dengan sebilah parang.
Menyadari bahaya, MA sempat berlari ke arah kebun. Namun pelarian singkat itu berakhir tragis. Pelaku mengejar, lalu menebas leher korban bagian depan hingga nyaris putus.
Adik korban, W, yang menyaksikan langsung kejadian tersebut, panik dan berlari ke tempat pengajian untuk meminta pertolongan warga. Namun, ketika warga mendatangi lokasi, kondisi MA sudah kritis.
“Warga ke lokasi dan menemukan korban dalam kondisi kritis dan nyawanya tidak tertolong saat hendak dibawa ke RSUD Ladongi,” terang Irwan.
Barang bukti berupa sebilah parang, pakaian korban dan pelaku, serta satu unit sepeda motor diamankan polisi. Dari hasil pemeriksaan awal, pembunuhan ini diduga dilatarbelakangi dendam pribadi.
“Motif pembunuhan diduga karena dendam. Pelaku merasa sakit hati akibat sering diejek oleh korban,” jelasnya.
Kini, pelaku RH masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Kolaka Timur. Polisi menjeratnya dengan Pasal 338 KUHP tentang tindak pidana pembunuhan.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaKapolda Sultra Diduga Lindungi Oknum Polisi dalam Kasus Mafia Tanah Kendari
Baca Juga
4,7 Kilogram Sabu Masuk Kendari dari Medan, Dua Orang Ditangkap
Kendari – Polresta Kendari mengungkap peredaran gelap narkotika jenis sabu seberat 4,7 kilogram yang diduga berasal dari jaringan Medan, Sumatera Utara. Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap dua tersangka…
BBM Masuk 3 Kali Sepekan, Warga Buton Selatan Kesulitan, Harga Eceran Rp25 Ribu
Buton Selatan – Penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di SPBU Kompak Desa Masiri, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan, milik CV AI Faroq, dikeluhkan masyarakat. Meski pasokan disebut…
Lapor Sejak 2024, Kasus Pembakaran Sarang Walet Rp200 Juta di Kendari Tak Kunjung Jelas
Kendari – Penanganan laporan dugaan pembakaran sarang burung walet milik Tasmin di Kota Kendari dipertanyakan. Hampir dua tahun sejak dilaporkan ke Polsek Poasia, perkara yang ditaksir menyebabkan kerugian…
Polisi Tangkap Pria di Kendari, Sembunyikan Hampir 1 Kg Sabu dalam Tas Hello Kitty
Kendari – Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) mengungkap peredaran narkotika jenis sabu di Kota Kendari. Seorang pria berinisial TS (32) ditangkap dengan barang bukti 20 paket…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…
108 Gram Sabu Disita Polres Kolaka, Sejumlah Tersangka Ternyata Residivis
Kolaka – Polres Kolaka, Sulawesi Tenggara, menyita 108 gram narkotika jenis sabu dari pengungkapan enam perkara tindak pidana narkotika pada Oktober 2026. Dalam kasus tersebut, sejumlah tersangka yang…







