Konawe Utara – Misteri hilangnya H. Saifullah alias H. Saipul (58), seorang pedagang keliling asal Mandonga, Kendari, berakhir dengan kenyataan memilukan.
Korban yang dilaporkan hilang kontak sejak pertengahan April lalu, ditemukan dalam kondisi tinggal kerangka di bawah Jembatan Meseu, Desa Tetewatu, Kecamatan Wiwirano, Kabupaten Konawe Utara (Konut).
Tragedi ini menjadi semakin ironis setelah Satreskrim Polres Konut mengungkap bahwa pelaku pembunuhan keji tersebut adalah dua orang remaja, yakni Muh. Ifantri alias Ifan (18) dan Dimas (15).
Keduanya diduga kuat telah merencanakan perampokan terhadap korban sejak 15 April 2026.
Kasus ini mulai menemui titik terang saat mobil Wuling putih milik korban ditemukan telantar di sebuah lahan kosong di Bahodopi, Morowali, pada 30 April.
Kakak korban, H. Arfa (59), yang merasa curiga kemudian resmi melapor ke Polres Konut pada 2 Mei 2026.
“Korban sudah tiga tahun berkeliling menjajakan dagangannya di wilayah Konawe Utara dengan pola hidup berpindah-pindah tempat sewaan,” terang Kasat Reskrim Polres Konut, AKP Abdul Azis Husein Lubis.
Penyelidikan intensif polisi mengarah pada kedua pelaku yang terlihat terakhir kali bersama korban di Pasar Lemeruru.
Saat diamankan, pelaku akhirnya mengakui telah mencekik dan memukuli korban hingga tewas di dalam mobil saat perjalanan dari Morowali menuju Konut.
Jasad korban kemudian dibuang dari atas jembatan untuk menghilangkan jejak.
Dari aksi kejam tersebut, para pelaku menggasak uang tunai sekitar Rp30 juta serta tumpukan barang dagangan berupa rokok.
Saat ini, kedua tersangka telah diamankan di Mapolres Konut dan terancam dijerat pasal pembunuhan berencana serta pencurian dengan kekerasan (curas).
Editor: Redaksi








