Sektor Transportasi Jadi Pemicu Utama Inflasi di Kendari pada Juni 2026

Rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) terkait Indeks Harga Konsumen (IHK) dan perkembangan inflasi periode Juni 2026 di Kantor BPS Kota Kendari pada Rabu (1/7/2026). Foto: Dok. Pemkot Kendari.

Kendari – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Bagian Ekonomi Setda Kota Kendari mengikuti rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) terkait Indeks Harga Konsumen (IHK) dan perkembangan inflasi periode Juni 2026.

Pertemuan ini digelar di Kantor BPS Kota Kendari pada Rabu (1/7/2026) untuk membedah potret ekonomi daerah terkini.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bagian Ekonomi Setda Kota Kendari, Winarti Ismail.

Dalam paparannya, BPS merinci bahwa inflasi bulanan (month to month) di Kota Kendari pada Juni 2026 tercatat sebesar 1,50 persen.

Untuk inflasi tahunan (y-on-y) tercatat 5,14 persen, sementara untuk inflasi tahun berjalan (y-to-d) berada di angka 4,39 persen

Kenaikan inflasi tahunan (y-on-y) sebesar 5,14 persen dipengaruhi oleh kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran.

Adapun daftar kelompok pengeluaran dengan andil terbesar terhadap inflasi meliputi transportasi naik 9,57 persen, perawatan pribadi dan jasa lainnya maik 6,30 persen.

Kemudian disusul makanan, minuman, dan tembakau naik 6,20 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar naik 4,69 persen, serta pendidikan naik 4,61 persen.

Sementara itu, untuk sektor pakaian dan alas kaki tercatat mengalami penurunan indeks sebesar 0,94 persen, sedangkan sektor rekreasi dan budaya terpantau relatif stabil.

Winarti Ismail menegaskan bahwa data dari BPS ini menjadi acuan krusial bagi pemerintah daerah dalam mengevaluasi kondisi ekonomi.

Data tersebut akan dirumuskan sebagai kebijakan pengendalian inflasi yang akan dieksekusi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

“Pemerintah Kota Kendari berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan BPS, Bank Indonesia, serta seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan keterjangkauan harga barang kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Upaya ini difokuskan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika harga, serta memastikan pertumbuhan ekonomi di Kota Kendari tetap berjalan secara berkelanjutan.


Editor: Redaksi

error: Content is protected !!