Sidang Korupsi RSUD Koltim, Kuasa Hukum Abdul Azis Minta KPK Hadirkan Saksi Kunci


Kendari - Sidang lanjutan perkara dugaan tindak pidana korupsi pembangunan RSUD Kolaka Timur kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Kendari pada Selasa, 20 Januari 2026.
Sidang yang berlangsung di Ruang Artidjo Alkostar tersebut dimulai sekitar pukul 10.10 Wita dan dipimpin Ketua Majelis Hakim Frans Wempie Supit Pengemanan, didampingi dua hakim anggota. Agenda persidangan kali ini adalah pemeriksaan saksi memberatkan.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan empat saksi yang seluruhnya merupakan pegawai Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Mereka adalah Ghotama Airlangga selaku Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes RI, Ruri Purwandani sebagai Ketua Tim Kerja Perencanaan Program, Evaluasi, dan Pelaporan Kemenkes RI, Azahar Jaya yang menjabat Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI, serta Romadana yang juga pegawai Kemenkes RI.
Para terdakwa, yakni Bupati Non Aktif Kolaka Timur, Abdul Azis, Ageng Darmanto, Lukman Hakim, dan Yasin, turut dihadirkan dan mengikuti jalannya persidangan.
Usai sidang, Kuasa Hukum Bupati Non Aktif Kolaka Timur, Abdul Azis, Dr Muhammad Ikbal dari MIA Law Firm, menilai keterangan para saksi belum banyak mengungkap fakta baru.
Ia menyebutkan, sebagian besar keterangan saksi masih sejalan dengan isi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) pada tahap penyidikan.
"Dari keterangan saksi-saksi yang dihadirkan hari ini, substansinya tidak jauh berbeda dengan apa yang tertuang dalam BAP saat proses penyidikan,” ujar Ikbal kepada Sultranesia.
Menurutnya, saksi-saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut umum semua berasal dari Kemenkes.
Ia menilai pembahasan dalam persidangan ini pun lebih dominan sebatas pada aspek perencanaan program.
"Karena itu, kami berharap pada sidang-sidang berikutnya JPU dapat menghadirkan saksi yang benar-benar berhubungan langsung dengan perkara ini,” katanya.
Ikbal pun meminta KPK pada sidang berikutnya yang digelar pada 27 Januari 2026 menghadirkan saksi-saksi yang memiliki peran sentral agar fakta-fakta hukum dapat terungkap secara jelas dan menyeluruh di persidangan.
“Ke depan, kami berharap KPK menghadirkan saksi-saksi kunci yang berperan penting dalam perkara ini, termasuk pihak swasta, sehingga fakta yang sebenarnya bisa terungkap secara terang benderang di persidangan," pungkasnya.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaSterry Fendy Andih Resmi Dilantik jadi Kepala Kejaksaan Negeri Buton
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







