Sidang Korupsi Tambang Kolut: Trader Ko Andi Disebut Jual 11 Tongkang Ore Nikel


Kendari - Sidang kasus dugaan korupsi pertambangan di Kolaka Utara (Kolut) kembali digelar di Pengadilan Negeri Kendari, Jumat (14/11). Namun, salah satu saksi penting yang ditunggu-tunggu, yakni trader nikel Ko Andi, tidak hadir dalam persidangan.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Sultra sebenarnya telah menjadwalkan kehadiran Ko Andi bersama sejumlah saksi lainnya. Saat sidang berlangsung, kursi saksi untuk Ko Andi tetap kosong.
Ketua Majelis Hakim PN Kendari, Arya, meminta JPU menghadirkan Ko Andi pada sidang berikutnya yang dijadwalkan berlangsung Senin (17/11).
Dari pihak terdakwa, Kuasa Hukum Dewi, Doris Aneboa, menegaskan pentingnya kehadiran Ko Andi dalam persidangan. Ia menilai kesaksian sang trader sangat relevan untuk memperjelas posisi kliennya dalam perkara ini.
Menurut Doris, Dewi berkomunikasi dengan para penambang ilegal di eks IUP PT Pandu Citra Mulia (PCM) atas perintah Ko Andi. Setelah itu, Ko Andi disebut menjadi pihak yang membeli ore dari penambang dan kemudian menjualnya ke pabrik.
“Dia sebagai trader, perlu Jaksa panggil lagi karena kesaksiannya menentukan posisi klien saya. Semua yang dilakukan klien saya berdasarkan perintah Ko Andi,” ujarnya.
Ia menambahkan, berdasarkan keterangan Dewi, selama proses itu Ko Andi telah menjual ore nikel sebanyak sebelas tongkang ke pabrik.
“Kurang lebih ada sebelas tongkang. Angkanya seperti itu,” tegasnya.
Doris juga menyoroti bahwa selama penjualan ore tersebut, Ko Andi tidak pernah memberikan fee atau hasil penjualan kepada kliennya. Alasannya, kata Doris, karena kadar ore yang masuk ke pabrik disebut menurun sehingga tidak menghasilkan keuntungan.
“Katanya setelah masuk pabrik kadarnya turun, makanya klien saya tidak dapat apa-apa,” pungkasnya.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaDua Residivis Curanmor Lintas Provinsi Dibekuk Polisi di Kendari
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







