Kendari – Sinergi antarinstansi ditunjukkan oleh jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari bersama TNI-Polri dan unsur terkait lainnya dalam percepatan pemulihan pascabanjir.
Tidak hanya fokus pada pembersihan sisa material dan lumpur di wilayah banjir, kolaborasi ini juga menyasar pendistribusian cadangan pangan pemerintah secara cepat dan tepat sasaran kepada ribuan warga terdampak.
Pada Jumat (15/5/2025), bertempat di Posko Tanggap Darurat Bencana Kelurahan Wua-wua dan Kelurahan Lepo-lepo, pendistribusian bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng pun dilakukan.
Kegiatan yangi dipimpin oleh Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran tersebut turut dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Kendari Laode Muhammad Inarto, dan Dandim 1417/Kendari Kolonel Arm Danny A.P Girsang, serta pejabat lainnya.
Di Kelurahan Wua-wua, bantuan diberikan kepada 246 kepala keluarga dengan total 984 jiwa. Sedangkan di Kelurahan Lepo-lepo, bantuan disalurkan kepada 153 kepala keluarga atau 616 jiwa terdampak banjir.
Berdasarkan data Dinas Sosial Kota Kendari, total warga terdampak banjir dan longsor di Kota Kendari mencapai 1.339 kepala keluarga dengan jumlah 5.945 jiwa yang tersebar di tujuh kecamatan.
Wali Kota Siska Karina Imran mengatakan bantuan tersebut berasal dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI dan telah disesuaikan berdasarkan hasil verifikasi lapangan terhadap warga terdampak bencana.
Setiap warga terdampak banjir menerima bantuan beras sebanyak 2,1 kilogram sesuai ketentuan dari Bapanas.
Karena itu, ukuran paket bantuan yang diterima warga berbeda-beda tergantung jumlah anggota keluarga dalam satu rumah.
Pihaknya menargetkan seluruh proses distribusi bantuan selesai paling lambat 17 Mei 2026 agar seluruh masyarakat terdampak segera mendapatkan bantuan pangan.
Selain mendistribusikan bantuan, pemerintah juga memastikan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak tetap berjalan melalui posko terpadu yang melibatkan tenaga kesehatan, TNI-Polri dan sejumlah instansi terkait.
Wali Kota berharap, dengan adanya kolaborasi yang kuat ini, beban masyarakat korban banjir dapat teringan, dan proses pemulihan wilayah terdampak dapat berjalan dengan lebih cepat dan efisien.
Senada dengan Wali Kota, Dandim 1417/Kendari menegaskan bahwa kehadiran prajurit TNI di lapangan wajib membawa manfaat nyata bagi masyarakat yang sedang kesusahan.
Sinergi terintegrasi ini menjadi bukti nyata komitmen negara dalam memastikan seluruh masyarakat terdampak banjir menerima penanganan terbaik, baik secara logistik maupun pemulihan lingkungan tempat tinggal mereka.
Editor: Redaksi








