Muna Barat – Ada pemandangan tak biasa dalam proses visitasi izin operasional Pratama Widyalaya Aksara Genitri di Kabupaten Muna Barat, Jumat (29/5/2026).
Saat layar daring memperlihatkan tim dari Subdirektorat Pendidikan Dasar Ditjen Bimas Hindu Kemenag RI, bukan hanya pihak yayasan yang hadir, melainkan para orang tua siswa.
Kehadiran orang tua dalam proses administratif ini menjadi momen emosional yang menyentuh hati. Tim visitasi menyebut ini sebagai pengalaman pertama sebuah bukti otentik bahwa kehadiran sekolah formal berciri khas Hindu di Muna Barat bukan sekadar proyek lembaga, melainkan gerakan kerinduan masyarakat akan pendidikan yang menyatukan nilai agama, budaya, dan karakter.
Proses visitasi ini menjadi kunci pembuka gerbang bagi Pratama Widyalaya Aksara Genitri untuk segera beroperasi.
Jika izin resmi turun, Sulawesi Tenggara akan resmi memiliki 15 satuan pendidikan Widyalaya. Angka ini menempatkan Sultra di posisi kedua nasional dengan jumlah Widyalaya terbanyak setelah Bali.
Sebuah capaian fantastis bagi provinsi yang kini bertransformasi menjadi salah satu pusat pendidikan Hindu terdepan di Indonesia Timur.
Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Sultra, I Komang Sukeyasa menekankan bahwa kehadiran Widyalaya di Muna Barat ini sangat strategis.
“Ini bukan hanya penambahan jumlah sekolah. Ini adalah tonggak sejarah karena menjadi Widyalaya pertama di wilayah kepulauan Sultra, setelah sebelumnya 14 sekolah lainnya terkonsentrasi di wilayah daratan seperti Kolaka Timur, Konawe, dan Konawe Selatan,” ungkap I Komang.
Meski baru memulai langkah dengan 24 calon peserta didik untuk Tahun Ajaran 2026/2027, optimisme membuncah di Muna Barat. Kesiapan sarana, mulai dari papan nama, ruang kelas, hingga alat peraga edukatif, telah disiapkan dengan matang oleh Yayasan Widya Dharma Wulanga Jaya.
Kesiapan ini sejalan dengan visi besar Grand Design Hindu Sultra 2050. Bagi masyarakat Hindu di Sultra, Widyalaya adalah investasi peradaban.
Mereka tidak hanya mendidik anak-anak untuk cerdas secara intelektual, tetapi juga memastikan lahirnya generasi yang dharmika, berkarakter, dan moderat, namun tetap teguh pada akar budaya leluhur.
Di balik progres cepat ini, terdapat kolaborasi yang solid. Kementerian Agama, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga orang tua siswa bergerak dalam satu irama.
Pendirian Widyalaya di Muna Barat adalah manifestasi dari semangat gotong royong yang menjadi napas umat Hindu Sultra.
Payung hukum yang kuat melalui Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 2 Tahun 2024 dan diperkuat PMA Nomor 51 Tahun 2025 memberikan kepastian bahwa Widyalaya adalah bagian integral dari sistem pendidikan nasional.
Kini, mata masyarakat tertuju pada Muna Barat. Kehadiran Pratama Widyalaya Aksara Genitri diharapkan segera mendapat lampu hijau operasional, sehingga lonceng sekolah dapat berbunyi pada Tahun Ajaran 2026/2027, membawa semangat baru bagi pendidikan di kawasan Indonesia Timur.
“Ini adalah bukti nyata bahwa pendidikan Hindu sedang tumbuh dan berkembang. Kami siap menyongsong era pendidikan yang lebih merata dan berkualitas,” pungkas Kadek Yogiarta, Pelaksana pada Bimas Hindu Kanwil Kemenag Sultra.
Editor: Redaksi








