Kendari – Sulawesi Tenggara (Sultra) merupakan salah satu daerah yang memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah, seperti nikel, emas hingga aspal.
Namun, menurut Gubernur Andi Sumangerukka, sumber daya alam tersebut nantinya juga akan habis.
Untuk itu, gubernur sudah menyiapkan langkah untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai pengganti sumber daya alam yang habis.
“Ke depan kita akan mengutamakan sumber daya manusia, karena pada saatnya nanti sumber daya alam itu akan habis,” kata Andi Sumangerukka, Kamis (6/3).
“Untuk mengantisipasi sumber daya alam akan habis, maka kita siapkan sumber daya manusia, contoh Singapura punya apa, sumber daya alam tidak ada, tapi karena dia unggul dengan sumber daya manusia, maka jauh lebih maju,” imbuhnya.
Andi Sumangerukka bilang, menyiapkan sumber daya manusia merupakan investasi jangka panjang, hasilnya memang belum bisa dilihan hanya hitungan tahun saja.
“Artinya apa, kita harus ambil kesempatan itu, jangan lihat sekarang, jangan dilihat satu tahun dua tahun, lihat 20 tahun kemudian, mereka akan menjadi generasi penerus kita,” pungkasnya.
Siapkan Sekolah Unggulan
Salah satu langkah yang dilakukan untuk menyiapkan sumber daya manusia adalah dengan membangun sekolah unggulan di 17 kabupaten kota.
Kata gubernur, di Sultra sudah ada empat SMA unggulan, yakni SMAN 1 Kendari, SMAN 4 Kendari, SMAN 1 Pasarwajo, dan SMAN 1 Baubau.
Ke depan, kata dia, bukan hanya empat saja, tapi dia berupaya agar satu kabupaten ada satu SMA unggulan.
“Hari ini kita resmikan SMA unggulan. SMA unggulan kita sekarang ini ada empat. Ada dua di sini (Kendari), dua lagi di wilayah kepulauan. Dan hari ini pembukaan awalnya kita lakukan di SMAN 1 Kendari,” kata Andi Sumangerukka.
“Tetapi, nanti akan ada SMA-SMA unggulan yang lain, kita upayakan setiap kabupaten ada SMA unggulan,” pungkasnya.
Upayakan Program SMA Unggulan Garuda
Upaya lain yang dilakukan Gubernur Sultra untuk menyiapkan sumber daya manusia adalah dengan mengupayakan mengambil program SMA Unggulan Garuda.
Secara khusus, Gubernur menugaskan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Sultra, Yusmin, untuk mengambil program itu dari Pemerintah Pusat.
“Pemerintah, dalam hal ini Pak Prabowo, sudah mencanangkan SMA Garuda atau Sekolah Unggulan Garuda, nanti Pak Yusmin harus berusaha ya,” kata Andi Sumangerukka.
“Sekarang, Sekolah Garuda itu sudah ada empat di Indonesia, tapi akan dibangun 20 lagi, nah ini tugasnya Pak Yusmin, masih ada 20 yang belum terdaftar, dari 20 yang belum terdaftar itu kita harus ambil satu, harus ambil satu,” imbuhnya.
“Jadi, ini tugas Pak Yusmin, saya tugasi kalau bisa harus dapat satu, nanti kalau Pak Yusmin sudah tidak mampu, baru saya maju,” pungkas Andi Sumangerukka.
Diketahui, Sekolah Garuda atau SMA Unggulan Garuda adalah program baru pemerintahan Prabowo yang dijalankan oleh Kementrian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Pemerintah menargetkan hingga 2029 ada 20 SMA Unggulan Garuda baru yang pembangunannya sudah dimulai awal tahun 2025. Saat ini, sudah empat SMA Unggulan Garuda.
Dijelaskan, para siswa SMA Unggulan Garuda akan mendapatkan beasiswa dari pemerintah. Namun, mereka harus tinggal di asrama dan belajar menggunakan kurikulum nasional dan internasional.
Sekolah super unggulan dengan nama SMA Garuda ini diperuntukkan bagi siswa-siswi pintar unggulan untuk dipersiapkan melanjutkan pendidikannua ke perguruan tinggi yang mempunyai reputasi kelas dunia.
SMA unggulan Garuda akan menerapkan kurikulum nasional-internasional dan diajar oleh guru dengan reputasi internasional.
Editor: Wiwid Abid Abadi