Tak Ada Hujan, Banjir Mendadak Terjang Pemukiman Warga Anawai Kendari Dini Hari


Kendari - Banjir bercampur lumpur mendadak menerjang permukiman warga di wilayah RW 05 Kelurahan Anawai dan RW 06 Kelurahan Wuawua, Selasa (24/2) dini hari. Peristiwa itu membuat warga panik karena genangan air muncul tanpa didahului hujan.
Warga menyebut banjir datang secara tiba-tiba, bahkan disebut lebih parah dibandingkan saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Biasanya, air naik secara perlahan ketika hujan turun, namun kali ini ketinggian air langsung melonjak dalam waktu singkat.
Berdasarkan rekaman video yang beredar, air terlihat mengalir deras hingga merendam jalan dan masuk ke area permukiman. Arus air tampak cukup kuat, membawa lumpur dan menggenangi kawasan sekitar perumahan.
Ketua RW 05 Anawai, Mirkas, mengatakan banjir terjadi secara mendadak dan langsung masuk ke rumah-rumah warga.
“Banjir datang tiba-tiba dan justru lebih parah dibanding saat hujan deras. Biasanya air naik perlahan kalau hujan, tapi ini langsung tinggi dan warga kaget,” kata Mirkas kepada wartawan, Selasa 24 Februari 2026.
Ia menjelaskan, puluhan rumah warga terdampak dengan ketinggian air yang bervariasi hingga masuk ke dalam rumah. Karena datang tanpa tanda-tanda, banyak warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang mereka.
Sejumlah warga menduga banjir dipicu aktivitas pembangunan perumahan di sekitar wilayah tersebut. Mirkas menyebut ada dugaan penimbunan aliran kali yang sebelumnya menjadi jalur air alami, lalu dialihkan atau dijadikan bagian dari saluran kawasan perumahan.
“Warga menduga ada penimbunan aliran air sehingga jalurnya berubah dan tidak lancar. Air yang seharusnya mengalir malah meluap ke permukiman,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan perumahan di sekitar kawasan itu berlangsung cukup masif. Berdasarkan informasi warga, jumlah pembangunan diduga mencapai ribuan unit rumah subsidi dan melibatkan lebih dari 10 developer.
Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada sistem drainase dan aliran air di lingkungan sekitar, sehingga memicu banjir mendadak meski tidak terjadi hujan.
Mirkas mengatakan pihaknya bersama warga telah melaporkan persoalan tersebut kepada pemerintah setempat. Warga meminta pihak kelurahan memfasilitasi pertemuan dengan para developer guna mencari solusi.
“Kami sudah melaporkan ke kelurahan dan meminta agar developer dipanggil untuk bertemu dengan masyarakat. Kami ingin ada penjelasan dan solusi konkret,” katanya.
Warga juga mendesak pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap perizinan pembangunan perumahan di kawasan tersebut serta menindak tegas developer yang terbukti melanggar aturan.
“Kami berharap pemerintah mengevaluasi perizinan perumahan dan menindak developer nakal jika terbukti melanggar. Yang terpenting, ada normalisasi saluran air agar banjir tidak terus terjadi,” tegasnya.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaDua Sungai Meluap Dini Hari, 134 KK di Kolaka Terdampak Banjir
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







