Tarif Retribusi Sampah Viral, Ini Penjelasan Resmi Pemkot Kendari


Kendari - Beredarnya flayer tarif retribusi sampah Kota Kendari memicu kebingungan masyarakat. Dalam flayer tersebut, rumah tangga disebut wajib membayar Rp21.000 per bulan, sementara berbagai jenis usaha dan institusi pendidikan dikenakan tarif mulai Rp50.000 hingga Rp2,5 juta per bulan.
Tarif Retribusi Sampah Kota Kendari yang Beredar:
A. Swasta
• Sekolah Swasta → Rp100.000/bulan
• Perguruan Tinggi Swasta → Rp250.000/bulan
• Lembaga Pendidikan Swasta → Rp150.000/bulan
• Yayasan → Rp100.000/bulan
• Tempat Olahraga Privat → Rp100.000/bulan
B. Usaha
• Pedagang Kaki Lima → Rp50.000/bulan
• Kios → Rp50.000/bulan
• Toko → Rp50.000/bulan
• Ruko → Rp100.000/bulan
• Swalayan → Rp100.000/bulan
• Pusat Perbelanjaan → Rp2.500.000/bulan
• Tempat Usaha Lainnya → Rp50.000/bulan
C. Rumah Tangga
• Rumah Tangga → Rp21.000/bulan
Menanggapi isu ini, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Kendari, Sahuriyanto, menegaskan bahwa rumah tangga umum belum dikenakan retribusi sampah.
“Untuk sementara, masyarakat umum belum dikenakan kewajiban membayar retribusi sampah. Kebijakan ini baru berlaku bagi ASN, baik PNS maupun P3K. Jadi informasi bahwa semua rumah tangga wajib membayar retribusi sampah belum benar adanya,” jelas Sahuriyanto, Selasa (2/9).
Sahuriyanto menuturkan, penarikan retribusi saat ini baru menyasar ASN dan pelaku usaha seperti ruko, rumah makan, restoran, hingga perhotelan.
Kebijakan ini merupakan tahap awal penerapan Peraturan Daerah (Perda) Kota Kendari Nomor 6 Tahun 2023 tentang Pajak dan Retribusi Daerah, sekaligus mendorong kesadaran masyarakat menjaga kebersihan kota.
“Penarikan retribusi dilakukan secara bertahap, dimulai dari ASN dan pelaku usaha. Untuk masyarakat umum akan disosialisasikan lebih lanjut sebelum diberlakukan secara menyeluruh,” tambahnya.
Pemkot Kendari menegaskan, retribusi sampah bukan sekadar kewajiban, melainkan juga bentuk partisipasi masyarakat dalam mewujudkan Kendari sebagai kota bersih, nyaman, dan berkelanjutan.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaBea Cukai Kendari Gagalkan Peredaran 56 Ribu Batang Rokok Ilegal
Baca Juga
233 PNS Baru Muna Barat Disumpah, Darwin Soroti Disiplin hingga Kewajiban Tinggal di Daerah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengingatkan 233 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru diangkat agar menjaga disiplin dan mematuhi kewajiban sebagai aparatur negara, termasuk…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Darwin Klaim Rp200 Miliar Program Pusat Mengalir ke Muna Barat
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengklaim sekitar Rp200 miliar anggaran program pemerintah pusat mengalir ke daerahnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Dana tersebut berasal…
Bupati Muna Barat Soroti Telur Murah dari Sulsel, Peternak Terancam
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti persaingan harga telur dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai menghambat penjualan hasil peternakan ayam petelur lokal. Harga telur…
Darwin Perintahkan Inspektorat Muna Barat Periksa Kades dan Kepala Sekolah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, memerintahkan Inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap kepala desa, kepala sekolah, dan objek pemeriksaan (obrik) lainnya. Ia menegaskan, proses pemeriksaan harus…
Umroh Gratis hingga Sepeda Listrik, Yellow Run 5K Golkar Sultra Diserbu Ribuan Peserta
Kolaka – Ajang Yellow Run 5K yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026), diikuti ribuan peserta. Hadiah utama berupa…







