Daerah  

Telan Anggaran Rp 3 M, Diresmikan Gubernur ASR, Terminal Lacaria Kolut Sepi

Kondisi Terminal Lacaria di Kolaka Utara, sepi dari aktivitas. Foto: Dok. Istimewa.

Kolaka Utara – Terminal Tipe B Kolaka Utara atau yang lebih dikenal dengan Terminal Lacaria, yang belum lama ini diresmikan Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka (ASR) kini menjadi sorotan.

Meski pembangunannya menelan biaya hingga Rp 3 miliar, terminal yang digadang-gadang bakal menjadi pusat transportasi darat di Kolaka Utara justru tampak sepi dan belum berfungsi optimal.

Pantauan di lapangan pada Senin (25/8) menunjukkan, bangunan terminal berdiri megah, namun nyaris tanpa aktivitas kendaraan maupun penumpang. Kondisi ini membuat masyarakat mempertanyakan kebermanfaatan proyek tersebut.

Kondisi Terminal Lacaria di Kolaka Utara, sepi dari aktivitas. Foto: Dok. Istimewa.

Warga Kolaka Utara, Rizal, mengaku heran setiap kali melintas di sekitar terminal.
“Sepi sekali, padahal baru diresmikan Pak Gubernur waktu itu,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah agar terminal tidak terbengkalai.

“Paling tidak ada aktivitas, biar tidak percuma dibangun terminal sebesar ini,” tambahnya.

Kondisi Terminal Lacaria di Kolaka Utara, sepi dari aktivitas. Foto: Dok. Istimewa.

Saat peresmian beberapa waktu lalu, Gubernur Sultra Andi Sumangerukka sebenarnya sudah menekankan pentingnya pengelolaan dan kelengkapan fasilitas di Terminal Lacaria. Menurutnya, keberadaan terminal tidak boleh hanya menjadi proyek seremonial.

“Saya meminta agar terminal ini segera dilengkapi dengan fasilitas yang memadai agar menarik bagi pengguna,” tegasnya kala itu.

Kini, publik menanti keseriusan pemerintah daerah dalam menghidupkan Terminal Lacaria. Tanpa langkah nyata, proyek bernilai miliaran rupiah itu dikhawatirkan hanya menjadi bangunan megah tanpa fungsi bagi masyarakat Kolaka Utara.


Editor: Redaksi

error: Content is protected !!