Buton Tengah – Kapolsek Lakudo, Ipda Muhammad Ade Tandra, mengungkapkan upaya penindakan judi sabung ayam di Desa Moko, Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah, selalu bocor sebelum aparat tiba di lokasi.
Dalam lima bulan menjabat, ia sudah tiga kali melakukan penggerebekan, namun seluruh pelaku selalu berhasil kabur.
“Yang pertama itu memang kendala akses masuk. Mereka bikin palang pintu masuk dan semacam ‘mata lalang’ atau pemberi informasi. Begitu kita bergerak, mereka sudah tahu,” ujarnya, Rabu (13/8).
Ade Tandra mengaku telah mengubah strategi dengan tidak memberitahu anggotanya tujuan operasi hingga saat keberangkatan demi mencegah kebocoran. Namun, pola pelarian pelaku tetap sama.
“Saya punya keyakinan, pasti simpan orang di jalur masuk. Lokasinya di hutan, hanya satu jalur lewat kebun. Jadi begitu lihat kita dari kejauhan, mereka sudah terhambur,” katanya.
Dalam penggerebekan terakhir, Selasa (12/8), polisi hanya mengamankan 12 ekor ayam tanpa satu pun pelaku. Sebagian ayam bahkan ditemukan mati.
“Pemainnya kabur ke kebun. Dari pengamatan saya, mereka ini sewa mobil antar-jemput. Mobil masuk saat kegiatan, lalu pergi, nanti dijemput lagi. Yang tertinggal malah kendaraan milik penjual,” jelasnya.
Terkait dugaan keterlibatan seorang berinisial DS yang disebut sebagai pemilik arena, Ade Tandra menegaskan belum mengetahui sosok tersebut.
“Saya belum tahu, belum kenal. Saya tidak mau membuka ruang seperti itu, apalagi ini kampung saya,” tegasnya.
Ia mengatakan telah merencanakan patroli berkala bersama camat dan aparat desa setempat untuk menekan aktivitas sabung ayam di Moko. Patroli akan digelar minimal sekali seminggu atau dua kali sebulan agar pelaku mengurungkan niat sebelum membuka arena.
“Kita lakukan patroli rutin, per minggu sekali atau dua minggu sekali. Paling tidak kalau mereka lihat kita intens patroli, niatnya mau berkegiatan bisa urung. Saya jagai betul-betul supaya tidak buka lagi,” ucapnya.
Lokasi sabung ayam di Desa Moko disebut-sebut sebagai yang terbesar di Buton Tengah, bahkan menarik pemain dari kabupaten tetangga seperti Muna dan Muna Barat. Namun, hingga kini belum ada satu pun tersangka yang diamankan dari tiga kali penggerebekan tersebut.
Media ini telah menghubungi DS untuk dimintai tanggapan. Namun, hingga berita ini diturunkan, ia belum merespons konfirmasi terkait dugaan dirinya sebagai kepala arena sabung ayam di Moko. Pesan WhatsApp yang dikirim wartawan sudah berstatus centang dua, tetapi tidak dibalas.
Editor: Redaksi








