Kendari – Warga RW 13, Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, digegerkan banjir yang masuk hingga ke dalam rumah meski hujan turun dengan intensitas ringan.
Kejadian ini diduga kuat akibat hilangnya tiga pintu air di tanggul Kali Wanggu yang selama ini berfungsi sebagai pengendali aliran air.
Sudirman, warga terdampak, menyebut banjir tersebut sebagai peristiwa tak biasa yang baru pertama kali ia alami sejak enam tahun menetap di kawasan itu.
“Tanggulnya sebenarnya masih tinggi, sekitar dua meter dari permukaan air. Tapi karena pintu airnya hilang dan tidak bisa menahan laju air, akhirnya air masuk ke rumah warga,” ungkap Sudirman kepada awak media, Selasa (1/7).
Menurutnya, pintu-pintu air yang hilang sebelumnya menjadi jalur pengatur aliran masuk dan keluar air dari Kali Wanggu ke arah pemukiman.
Kini, tanpa mekanisme pengendali, aliran air liar langsung merendam kawasan pemukiman saat hujan turun.
“Kami bingung kenapa bisa hilang seperti itu. Harusnya ada pengawasan dan perawatan rutin. Ini sudah bukan genangan, tapi air benar-benar masuk rumah,” tambahnya.
Warga mendesak pemerintah Kota Kendari dan instansi teknis terkait untuk segera bertindak.
Mereka menuntut pemulihan fungsi tanggul dan pintu air sebagai bentuk mitigasi jangka panjang menghadapi musim penghujan.
“Kalau tidak segera ditangani, ini bisa jadi bencana tahunan. Jangan tunggu parah dulu, kami ingin solusi sekarang,” tegasnya.
Editor: Redaksi








