Tipidter Polda Sultra Sita Alat Berat Penambang Emas Ilegal di Bombana


Bombana - Tim gabungan Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menggelar patroli mining di wilayah Kabupaten Bombana pada Rabu (2/11).
Pada patroli mining kali ini, Tim Tipidter melibatkan personel Denpom XIV/3 Kendari. Sejumlah awak jurnalis juga dilibatkan dalam patroli ini.
Patroli dipimpin langsung Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sultra, AKBP Priyo Utomo.
Setelah melakukan apel persiapan, tim bergerak dari Mapolda Sultra di Kota Kendari menuju Kabupaten Bombana sekitar pukul 09.00 WITA.
Sekitar pukul 11.00 WITA, tim tiba di Kabupaten Bombana. Personel kemudian dibagi menjadi dua tim, masing-masing tim di back up perosonel Polres Bombana.
Tim satu yang dipimpin AKBP Priyo Utomo kemudian bergerak menyisir ke wilayah-wilayah di Bombana yang rawan terjadi ilegal mining.
Benar saja, tim satu menemukan adanya aktivitas tambang emas ilegal di kawasan hutan bekas IUP PT Panca Logam Nusantara (PT PLN) di Desa Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu Utara, Bombana.
Di lokasi tersebut ditemukan galian-galian tambang emas ilegal, dan sejumlah tenda-tenda tempat tinggal para penambang emas ilegal yang sudah ditinggal kabur.
Aktivitas penambangan emas ilegal di lokasi tersebut diduga baru ditinggal kabur para penambang yang sudah mengetahui kedatangan petugas.
Setelah melakukan penyisiran, tim mengamankan sejumlah mesin deasel yang digunakan untuk menambang.
Setelah melakukan penelusuran lebih luas menggunakan dron, tim menemukan dua alat berat berupa eksavator merek Sany dan Sumitomo yang disembunyikan oleh para penambang liar. Dua eksavator itu diduga digunakan untuk menambang emas secara ilegal.
Setelah dicek keberadaannya, dua eksavator itu sudah ditinggal kabur oleh operatornya. Tim kemudian menyita alat berat tersebut dan mengamankannya di lokasi yang aman. Tim juga membentangkan police line tanda lokasi sedang dalam penyelidikan polisi.
Penyisiran yang dilakukan oleh tim dua di Desa Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu Utara Kabupaten Bombana juga menemukan aktivitas penambangan emas ilegal di kawasan hutan eks IUP PT Anugerah Alam Buana Indonesia (PT AABI).
Di lokasi tersebut tim menyita alat berat berupa eksavator merek Komatsu, tiga deasel, dan tiga crusher. Tim juga membentangkan police line di lokasi tersebut.
Setelah melakukan penyisiran serta mengamankan barang bukti, seluruh tim kembali dan berkumpul di Mapolsek Lentari Jaya Bombana untuk melakukan evaluasi.
Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sultra, AKBP Priyo Utomo, mengatakan, patroli di Bombana ini merupakan rangkaian dari patroli mining yang beberapa belakangan rutin digelar Tipidter Ditreskrimsus Polda Sultra sesuai dengan arahan dan atensi pimpinan Polri.
"Kemarin-kemarin kami melakukan giat patroli di wilayah-wilayah di Sultra yang berpotensi terjadi ilegal mining jenis nikel. Hari ini kami kembali melakukan patroli mining di Bombana yang tingkat kerawanan penambangan emas secara ilegal cukup tinggi," jelas Priyo.
Patroli di Bombana, kata Priyo, mendapatkan hasil, tim berhasil menemukan lokasi penambangan emas ilegal dan mengamankan barang bukti.
"Jadi, hari ini total alat berat yang diamankan dari lokasi tambang emas ilegal di Bombana ada tiga eksavator, tiga deasel, dan tiga crusher," urainya.
AKBP Priyo bilang, barang bukti yang diamankan akan dilakukan pengembangan untuk mencari tahu siapa pemiliknya, dari situ pula akan diselidiki siapa oknum yang melakukan penambangan emas di lokasi tersebut untuk proses hukum lebih lanjut.
AKBP Priyo menegaskan, patroli mining akan terus dilakukan pihaknya sebagai tindak lanjut perintah pimpinan polri untuk mewujudkan Sultra zero ilegal mining.
Editor: Wiwid Abid Abadi
Berita BerikutnyaPelaku Pembusuran di Kota Kendari Didominasi Remaja 15-18 Tahun
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







