Kendari – Sebuah kapal tongkang bermuatan nikel milik Buana Maritim menabrak perahu nelayan di perairan Tampo-Pulau Renda, Kabupaten Muna, pada Sabtu (18/10) sekitar pukul 13.25 Wita. Insiden ini menyebabkan dua nelayan hilang, sementara satu lainnya berhasil selamat.
Korban yang hilang diketahui bernama La Rone dan La Onus, keduanya warga sekitar perairan Tampo. Mereka diduga terseret arus setelah kapal tongkang berukuran sekitar 10.000 GT menghantam perahu kecil yang mereka tumpangi.
Satu korban selamat, Muhtari (48), berhasil berenang menyelamatkan diri dan dievakuasi oleh kapal lain yang kebetulan melintas di sekitar lokasi kejadian.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari melaporkan, kapal tongkang bernama Buana Jaya 3321 tersebut diduga masuk ke jalur yang biasa dilalui perahu nelayan penangkap ikan di sekitar Tampo.
Laporan mengenai kecelakaan itu baru diterima KPP Kendari sekitar pukul 16.55 Wita, tiga jam setelah kejadian. Tak lama kemudian, tim SAR langsung diterjunkan untuk melakukan pencarian.
“Dua orang korban hilang setelah perahu mereka ditabrak kapal tongkang Buana di perairan antara Tampo dan Pulau Renda,” ujar Kepala KPP Kendari, Amiruddin.
Menurut Amiruddin, Tim Rescue Unit Siaga SAR Muna berangkat ke lokasi sekitar pukul 17.10 Wita untuk melakukan operasi pencarian. Hingga malam hari, tim SAR masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dengan peralatan lengkap dan bantuan dari nelayan setempat.
Hingga berita ini diturunkan, kedua korban yang hilang belum ditemukan. Operasi pencarian masih terus dilanjutkan dengan fokus di area perairan tempat perahu nelayan tersebut ditabrak.
Editor: Muh Fajar








