Daerah  

TPI Sodohoa Dialihkan ke Pemprov, PAD Kota Kendari Anjlok!

Ilustrasi TPI Sodoha. Foto: Dok. Istimewa.

Kendari – Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Kendari dari sektor perikanan pada 2024 jatuh jauh dari harapan. Dari target Rp1,1 miliar, realisasi hanya mencapai Rp470 juta atau sekitar 48 persen.

Hilangnya sumber pendapatan utama menjadi penyebab utama jebloknya capaian ini.

Salah satu “urat nadi” pemasukan daerah, Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sodohoa, kini bukan lagi milik Kota Kendari. Operasionalnya telah dialihkan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara, menyebabkan pos penerimaan yang selama ini menyumbang PAD ikut sirna.

Kepala Dinas Perikanan Kota Kendari, Imran Ismail, tak menampik dampak besar dari perubahan ini.

“Target PAD kita tahun 2024 sebesar Rp1,1 miliar, namun realisasinya hanya mencapai Rp470 juta lebih, atau kurang lebih 48 persen. Padahal, pada tahun-tahun sebelumnya, kita bahkan bisa mencapai dan melebihi target,” ujar Imran Ismail dikutip melalui RRI Kamis (27/2).

Kini, Kota Kendari harus berpikir keras mencari celah baru agar tidak terus-menerus kehilangan pendapatan dari sektor perikanan.

Sejumlah aset yang masih tersisa, seperti cold storage berkapasitas 100 ton yang disewakan ke koperasi dengan kontrak Rp120 juta per tahun, rumah kemasan, balai benih ikan air tawar, serta pelabuhan pendistribusian ikan di Sodohoa, diharapkan bisa menjadi “napas tambahan” bagi PAD.

Namun, apakah ini cukup? Pemerintah kini mencoba membuka ruang baru dengan memberdayakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor perikanan.

Langkah ini diharapkan bisa menghidupkan kembali sektor yang dulu menjadi tulang punggung PAD.


Editor: Denyi Risman

error: Content is protected !!
Exit mobile version