Daerah  

UGM Gandeng Pemkab Buton Selatan, Siapkan Riset Bersama di Bidang Perikanan, Kelautan, dan Tambang

Bupati Buton Selatan, Muhammad Adios, saat menyampaikan sambutan dalam acara penandatanganan Nota Kesepahaman bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) di Gedung Pusat UGM, Yogyakarta, Senin (22/9). Foto: Dok. Istimewa.

Yogyakarta – Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Selatan. Kesepakatan dituangkan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama yang dilakukan Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, dan Bupati Buton Selatan, Muhammad Adios, di Gedung Pusat UGM, Senin (22/9).

Kerja sama ini tidak berhenti pada seremoni. Fokusnya diarahkan pada sektor paling vital di Buton Selatan: perikanan, kelautan, dan pertambangan. Ketiga bidang tersebut disebut-sebut sebagai potensi unggulan daerah, namun selama ini belum digarap maksimal.

Bupati Buton Selatan, Muhammad Adios, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin kerja sama dengan kampus besar seperti UGM sebatas formalitas. Ia ingin wilayahnya menjadi lebih dari sekadar lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa.

“Semoga kedepannya dapat mendorong peningkatan kapasitas aparatur sipil negara serta melakukan kerjasama penelitian bersama UGM secara teknis di bidang perikanan, kelautan dan pertambangan,” ujarnya.

Ruang lingkup kerja sama yang diteken meliputi penyiapan tenaga ahli, transfer ilmu pengetahuan dan teknologi, pendidikan, penelitian, pengkajian, hingga pengabdian kepada masyarakat. Paket kolaborasi ini dianggap sebagai langkah taktis untuk memperkuat fondasi pembangunan daerah.

Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, memastikan pihaknya siap mengawal agenda riset dan pendampingan teknis di Buton Selatan. Dengan 20 fakultas dan lebih dari 290 program studi, UGM disebut mampu mengirim tenaga ahli lintas disiplin ke daerah.

“Kami mempunyai 20 fakultas dan sekolah dengan lebih 290 prodi, hampir semua bidang keilmuan yang siap memberikan kontribusi,” jelasnya.


Editor: Redaksi

error: Content is protected !!