Buton – Warga Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), digegerkan oleh kemunculan seekor ular piton berukuran sekitar 7 meter yang memangsa ternak warga.
Reptil raksasa itu diketahui telah menyerang empat ekor kambing milik warga Desa Lapandewa Jaya, Kecamatan Lapandewa. Satu di antaranya ditelan bulat-bulat.
Pemilik kambing, Piani, mengatakan dari empat ekor kambingnya yang mati, satu di antaranya sempat ditelan ular tersebut.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu (7/1) di kandang kambing yang berada tidak jauh dari rumahnya.
“Ada empat ekor kambingku mati diterkam, satu ditelan ular itu,” ujar Piani saat dihubungi, Minggu.
Ia menduga ular piton tersebut masuk ke kandang pada dini hari dan memangsa kambing-kambingnya. Dugaan itu diperkuat dengan kondisi kandang yang terbuka dan jejak gigitan pada tubuh ternak.
“Kemungkinan dini hari itu ular masuk ke kandang dan gigit kambingku,” katanya.
Kejadian itu baru diketahui saat Piani hendak memberi makan 14 ekor kambing peliharaannya. Setibanya di kandang, ia terkejut melihat tiga ekor kambing tergeletak mati dengan luka gigitan. Setelah dihitung, satu ekor kambing lainnya ternyata hilang.
“Saya kaget datang lihat ada tiga ekor yang mati, saya hitung lagi kurang satu ekor,” ungkapnya.
Menyadari kejadian tersebut tidak wajar, Piani menduga kuat kambing-kambingnya menjadi korban ular. Ia pun segera meminta bantuan warga sekitar untuk mencari keberadaan reptil tersebut.
“Saya minta tolong untuk pergi cari ularnya. Karena tiga ekor ini mati digigit ular,” jelasnya.
Pencarian warga mengarah ke kawasan semak dan hutan di sekitar kandang. Tak lama kemudian, mereka menemukan seekor ular piton berukuran besar dengan kondisi perut membengkak, tidak jauh dari lokasi kandang.
“Didapat itu ular agar jauh dari kandangku, perutnya sudah membesar. Langsung curiga kalau itu kambing jantan ku yang hilang,” tuturnya.
Demi menghindari ancaman terhadap warga dan ternak lainnya, ular tersebut akhirnya dibunuh dengan cara dipotong menggunakan parang di bagian kepala. Setelah dipastikan mati, bangkai ular kemudian dibuang tidak jauh dari lokasi penemuan.
Editor: Muh Fajar








