Upaya Bupati Abdul Azis Mendongkrak Sektor Pertanian Kolaka Timur


Kolaka Timur - Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) merupakan salah satu daerah di Sulawesi Tenggara (Sultra) yang mempunya potensi sumber daya alam yang cukup melimpah. Salah satunya adalah sektor pertanian dan perkebunan.
Sektor inilah yang menjadi salah satu fokus Bupati Kolaka Timur, Abdul Azis. Dengan mengerahkan stakeholdernya, Abdul Azis ingin mendongkrak sektor pertanian di Koltim berkembang, dan bisa menjadi tumpuan bagi daerah.
Langkah awal yang dilakukan Bupati Kolaka Timur dengan menggalakkan gerakan tanam cabai, ini sebagai langsung taktis dan cepat dalam pengenaian inflasi daerah.
Tak tanggung-tangggung Bupati Koltim Abd Azis hadir di Desa Nelombu Kecamatan Mowewe pada Minggu, 21 Januari 2024 siang.
Bupati hadir bersana Sekda Koltim Andi Muh Iqbal Tongasa SSTP MSi dan puluhan jajaran guna melaksanakan gerakan tanam cabai bersama pemerintah dan masyarakat setempat.
Bupati Abdul Azis mengatakan kegiatan ini dalam rangka menekan laju inflasi yang secara nasional masih terjadi di beberapa daerah. Dan sebagai upaya membangkitkan sektor pertanian di Kolaka Timur.
"Tapi selain menekan laju inflasi, kegiatan tersebut juga sebagai ajang silaturrahmi antara kita semua bersama seluruh masyarakat. Selain itu ini titik awal kita untuk mendongkrak sektor pertanian di daerah kita," ujar Bupati Kolaka Timur Abdul Azis.
Di kesempatan ini juga bupati mendengarkan masukan terkait masalah yang sering dihadapi petani setempat, apalagi di musim penghujan seperti saat ini. Dan, ia berjanji akan mengatasi masalah tersebut.
Selain di Desa Nelombu, Bupati Abdul Azis juga menyempatkan diri ke Wisata Pinus Alamo Lalolae, lalu mengunjungi Desa Lambotua untuk melihat langsung dan bersilaturrahmi dengan masyarakat setempat.
Di sana, Bupati Kolaka Timur memantau dan memetakan potensi sektor pertanian dan juga pariwisata, lalu dilanjutkan dengan penyusunan rencana aksi.
Niat Bupati Kolaka Timur Abdul Azis untuk mendongkrak sektor pertanian terus berlanjut.
Hal itu dibuktikan saat Bupati Koltim Abdul Azis berkunjung langsung dan panen buah Melon bersama Kelompok Tani Karya Mandiri di Desa Lalowura Kecamatan Loea pada Rabu, 24 Januari 2024.
Hadir dalam pertemuan ini Kadis Perkebunan dan Hortikultura Koltim, Camat Loea, Danramil Tirawuta, kepala desa dan lurah se-Kecamatan Loea, dan puluhan anggota Poktan serta masyarakat sekitar.
Dengan panen melon ini sebut bupati, bukan hanya memberi dampak dan penghasilan bagi kelompok tani, tapi juga bentuk pencegahan inflasi.
"Jangan menganggap bertani ini kotor, panas dan capek. Profesi petani ini sangat mulia dan memberikan manfaat secara luas kepada masyarakat. Kalau tidak ada petani kita bisa hidup bagaimana," ucap bupati mengawali silaturahmi.
Dia menyebut, petani hortikultura seperti Poktan Karya Mandiri ini, adalah petani yang memanfaatkan potensi pekarangan yang ada di rumah, juga sebagai model bertani milenial yang banyak menggaet Gen-Z.
"Kami di Pemda akan melakukan terobosan dan upaya interpensi secara nyata dalam memanfaatkan potensi yang ada. Misalnya dengan bantuan alsintan. Di pemda ada alsintan, termasuk bibit ada, tinggal kemauan kita untuk mengolah tanah yang ada," sebutnya.
Bupati menyebut, jika dirinya lahir dari bapak dan ibu petani. Sehingga, persoalan pertanian ia banyak tahu. Maka dari itu dia punya tekat kuat untuk memajukan sektor pertanian dan perkebunan di Kolaka Timur.
"Ke depan siapa yang pandai survive menanam maka itu yang aman menjadi pemenang. Pemda akan menjadi garda terdepan dalam memberikan fasiltas dan berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk bibit tanaman dan ikan," katanya.
"Ayo manfaatkan lahan dan pekarangan. Karena yang namanya lahan itu tidak ada yang tidur. Yang tidur adalah pemiliknya. Karena tanah itu subur. Jangan risih dan gengsi menjadi petani," tutupnya.
Ketua Poktan Karya Mandiri Suprianto mengaku jika kehadiran bupati dan jajaran merupakan suatu spirit untuk ia dan anggotanya terus berkembang dalam memanfaatkan lahan yang ada.
"Alhamdulillah, untuk pemasaran seperti melon ini, sudah ada pihak IMIP Morowali. Begitupun pepaya yang sudah siap diambil pihak Indomaret, bahkan kami sudah mengirim di beberapa daerah," sebut Suprianto.
Kadis Perkebunan dan Hortikultura Koltim Lasky Paemba mengaku jika poktan ini merupakan contoh petani moderen dan milenial atau gen-z. Sehingga, atas kebutuhan poktan ini, akan diusahakan untuk dipenuhi.
ADVETORIAL
Berita BerikutnyaKasus DBD Meningkat di Sultra, Arjuna Pest Siapkan Jasa Fogging Profesional
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







