News  

Utang Daerah Menggunung Tak Bikin Siska-Sudirman Bingung: PAD Digenjot, Pembangunan Jalan

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran dan Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman. Foto: Dok. Istimewa.

Kendari – Dalam ekspose satu tahun kepemimpinannya yang digelar di Bali Kota pada Selasa (3/3), Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, blak-blakan tentang kondisi keuangan daerah, terutama soal menumpuknya utang daerah.

Dalam pemaparannya, total utang Pemkot Kendari saat ia baru menjabat mencapai total Rp 512,41 miliar.

Jumlah itu merupakan akumulasi dari sisa utang periode tahun 2021 hingga 2025.

Rinciannya, total sisa utang tahun 2021 sebesar Rp 25,02 miliar, tahun 2022 sebesar Rp 27,83 miliar.

Kemudian tahun 2023 jumlahnya membengkak menjadi Rp 150,41 miliar, dan terakhir pada 2024 jumlah menjadi dua kali lipat sebesar Rp 309,42 miliar.

Pada masa kepemimpinannya, Siska mengaku mengambil tanggung jawab utang daerah tersebut dan secara berangsur mulai dibayar sekitar Rp 178,5 miliar.

Dan saat ini, total sisa utang Pemkot Kendari masih sekitar Rp 334,1 miliar lagi.

Ditanya wartawan apakah utang itu bisa menjadi kendala dalam melaksanakan program Pemkot Kendari ke depannya, sebab utang itu harus tetap dibayar setiap tahunnya yang menyerap keuangan daerah, sementara di lain sisi juga tetap harus melaksanakan pembangunan.

Dengan tegas, Siska menjawab bahwa utang itu bukan menjadi kendala, justru kata dia, menjadi pelecut semangat ia dan wakilnya, Sudirman, bisa mencari potensi pendapatan daerah lain agar bisa menyelesaikan tanggung jawab itu.

“(Utang Pemkot) ini malah menjadi semangat, bukan jadi tantangan, bukan juga jadi kendala, tapi menjadi semangat saya dan pak wakil untuk bagaimana kita terus mencari potensi daerah (yang bisa menghasilkan PAD) agar apa yang menjadi beban daerah bisa kita selesaikan,” tegas Siska.

Bahkan dalam sambutannya, Siska sempat menyampaikan bahwa sebenarnya dia bisa saja mengabaikan utang tersebut, dan hanya fokus mengelola APBD Pemkot Kendari untuk menjalankan program prioritas di masa kepemimpinannya.

“Tapi kan tidak bisa, saya harus mengambil tanggung jawab itu,” ungkap Siska disambut tepuk tangan meriah.

PAD Meningkat Hanya dalam Setahun

Siska membuktikan ucapannya bahwa tumpukan utang Pemkot Kendari bukan menjadi kendala, tapi malah menjadi pelecut semangat.

Buktinya, Pendapatan Asli Daerah atau PAD Kendari di bawah kepemimpinannya hanya dalam kurun waktu setahun mengalami peningkatan cukup signifikan.

PAD kota Kendari meningkat sekitar 19,25 persen pada 2025 menjadi Rp 409,5 miliar jika di bandingkan pada tahun 2024 hanya sebesar Rp 343,3 miliar.

Pembangunan Tetap Jalan

Siska juga membuktikan bahwa disamping membayar utang, program pembangunan tetap berjalan.

Di sektor infrastruktur misalnya, Pemkot Kendari pada 2025 mencatat peningkatan jalan kota sepanjang 20.980 meter dan rehabilitasi jalan lingkungan sepanjang 32.582,32 meter.

Pembangunan drainase baru mencapai 10.657 meter, disertai pemasangan dan pemeliharaan 1.011 titik Penerangan Jalan Umum (PJU).

Dari total 433,77 kilometer panjang jalan di Kota Kendari, sebanyak 66,36 persen kini berada dalam kondisi baik dan sedang. Sisanya akan terus ditingkatkan secara bertahap.

Pemerintah kota juga memasang 36 unit CCTV di sejumlah area publik dengan jangkauan pengawasan 360 derajat. Selain itu, pembangunan gedung kantor dinas baru dan gedung layanan perpustakaan turut direalisasikan.


Editor: Wiwid Abid Abadi

error: Content is protected !!