Kendari – Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria diduga keluarga pasien mengamuk di Rumah Sakit Bahteramas Kendari viral di media sosial pada Sabtu (5/7/2026). Dalam video tersebut, pria itu meluapkan kemarahannya kepada petugas jaga karena menganggap anggota keluarganya tidak mendapatkan pelayanan yang semestinya.
Pria tersebut mempertanyakan alasan pasien tidak ditangani dan menyinggung dugaan adanya perbedaan pelayanan terhadap peserta BPJS Kesehatan.
“Tidak, perjelas, saya sudah emosi, saya sudah pulang balik, perjelas. Apa karena pasien BPJS. Coba jelaskan. Jelaskan, apa karena pasien pakai BPJS,” ujarnya.
Ia juga mengaku datang jauh-jauh dari Kota Baubau dengan harapan memperoleh pelayanan medis yang lebih baik di RS Bahteramas. Namun, menurutnya, pelayanan yang diterima justru mengecewakan.
“Apa komorang ini, saya jauh-jauh dari Baubau datang ke sini, harapannya supaya lebih bagus pelayanan di sini, ini malah tambah parah. Kita ini BPJS kelas satu, bukan BPJS kelas dua,” katanya dengan nada tinggi.
Tak berhenti di situ, pria tersebut masuk ke ruang pelayanan dan kembali meminta penjelasan langsung kepada petugas terkait alasan dokter tidak melakukan penanganan terhadap anaknya.
“Apa alasannya, kenapa dokter tidak mau tangani ini. Perjelas, saya punya anak sudah capek pulang-pulang balik ke sini tidak ditangani,” ucapnya.
Menanggapi protes tersebut, seorang petugas jaga menjelaskan bahwa pasien sebenarnya telah diperiksa. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan secara klinis, dokter tidak menemukan kondisi yang mengharuskan tindakan lebih lanjut.
“Kan pasien itu datang, sudah kami tangani mi, tapi secara klinis, saya lihat itu tidak ada,” kata petugas.
Pernyataan itu langsung dibalas oleh keluarga pasien. “Sekarang saya tanya, yang rasa sakit bapak atau pasien,” timpalnya.
Menanggapi video yang viral, Direktur Utama RS Bahteramas Kendari, dr. Sukirman, memberikan penjelasan bahwa persoalan tersebut bermula karena keluarga pasien meminta agar dilakukan operasi gigi, sementara dokter menilai tidak ada indikasi medis untuk tindakan tersebut.
“Pasien memaksa dilakukan tindakan operasi gigi sementara dokternya menilai tidak ada indikasi untuk operasi,” jelas dr Sukirman saat dikonfirmasi Sultranesia.com.
Terkait tudingan bahwa pasien tidak dilayani karena menggunakan BPJS Kesehatan, dr Sukirman membantah anggapan tersebut. Ia menegaskan bahwa keputusan tindakan medis sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dokter dan sesuai aturan BPJS.
“Aturan BPJS juga tidak menganjurkan tindakan operasi kalau tidak ada indikasi operasi. Jadi yang berhak menentukan apakah dilakukan tindakan atau tidak harusnya dokternya, bukan pasiennya,” tegasnya.
Video itu kini telah beredar luas di berbagai platform media sosial dan memicu beragam tanggapan dari warganet. Sejumlah netizen mengaitkan kejadian tersebut dengan pengalaman mereka saat mendapatkan pelayanan di RS Bahteramas.
“Memang ini rumah sakit, kasian mama ku juga pernah saya bawa ke situ biar ditangani lebih baik tapi malah dipulangkan, hanya dipasangkan infus saja habis itu disuruh pulang, sementara BPJS mama ku BPJS kelas satu, asli buruk pelayannya,” tulis salah seorang netizen.
Komentar serupa juga disampaikan warganet lainnya. “Saya juga nah, pernah saya sudah menunggu lama tidak dilayani, sementara kasian ini bapakku sudah kesakitanmi. Tolong mi kasian ini pelayanannya, buruk sekali,” tulis netizen lain.
Editor: Andise








