Kendari – Puskesmas Rarowatu, Kabupaten Bombana, menjadi sorotan setelah video yang memperlihatkan tidak adanya petugas medis saat pasien datang berobat viral di media sosial.
Keluhan itu pertama kali diunggah akun Facebook Firman Latif Sola. Dalam video yang beredar, ia menyayangkan tidak adanya petugas yang berjaga saat pasien membutuhkan penanganan.
“Ini puskesmas Rarowatu tidak ada guna-gunanya, bikin habis anggaran saja,” ujarnya dalam video yang diterima media ini, Kamis (2/4).
Ia juga mengeluhkan banyak ruangan di puskesmas yang kosong tanpa tenaga medis. Bahkan, menurutnya, pasien yang mengalami patah kaki akibat kecelakaan tidak mendapatkan penanganan sejak subuh.
“Korban kecelakaan patah kaki, dari subuh belum ditangani,” katanya.
Video lain juga menunjukkan keluhan serupa. Seorang perempuan menyebut hingga pukul 08.00 WITA belum ada petugas yang datang.
“Sudah jam 8 pagi tidak ada petugas. Ditelepon, mereka bilang bukan piketnya,” ujarnya.
Karena tak kunjung mendapat penanganan di puskesmas tersebut, keluarga pasien memutuskan membawanya ke RSUD Kabupaten Bombana.
Menanggapi hal itu, Kepala Puskesmas Rarowatu, Asti Purnama, memberikan klarifikasi. Ia menyebut peristiwa dalam video terjadi sekitar pukul 07.00 WITA, sebelum jam pelayanan dimulai.
“Jam pelayanan puskesmas dimulai pukul 08.00 sampai 14.00 WITA. Pasien dalam video datang pukul 07.02 WITA, sementara perawat tiba sekitar pukul 07.20 WITA. Saat petugas datang, pasien sudah tidak berada di puskesmas,” jelas Asti dikutip dari Anoanews.
Asti menegaskan, Puskesmas Rarowatu bukan fasilitas rawat inap sehingga tidak ada kewajiban tenaga medis berjaga 24 jam di lokasi.
“Pelayanan IGD tetap tersedia 24 jam, namun petugas berada di rumah dan akan datang saat dibutuhkan,” tambahnya.
Meski begitu, pihaknya mengakui kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi. Puskesmas berencana membenahi sistem pelayanan, termasuk menyusun ulang jadwal piket agar ada petugas yang standby.
“Ke depan kami akan menyusun jadwal piket agar ada petugas yang berjaga 24 jam di puskesmas,” tegasnya.
Editor: Redaksi








