Vonis Percobaan Dianulir, Owner Saraskin Kendari Dijatuhi Hukuman 1 Tahun Penjara


Kendari - Pengadilan Tinggi Sulawesi Tenggara (PT Sultra) menganulir vonis percobaan terhadap terdakwa Nurmaya Santi (39), pemilik usaha kosmetik Saraskin. Dalam putusan banding perkara Nomor 141/PID.SUS/2025/PT KDI, majelis hakim menjatuhkan hukuman satu tahun penjara yang harus dijalani di lembaga pemasyarakatan.
Putusan tersebut dibacakan pada Kamis, 4 Desember 2025. Majelis hakim menilai Nurmaya Santi terbukti secara sah dan meyakinkan mengedarkan sediaan farmasi atau kosmetik yang tidak memenuhi standar dan persyaratan undang-undang.
Humas Pengadilan Tinggi Sultra, I Ketut Suarta, menjelaskan bahwa majelis hakim sependapat dengan Pengadilan Negeri Kendari terkait pembuktian unsur tindak pidana. Namun, terdapat perbedaan pandangan dalam hal penjatuhan hukuman.
“Majelis menilai peredaran kosmetik yang tidak memenuhi ketentuan sangat membahayakan kesehatan masyarakat. Karena itu, pidana yang sebelumnya satu tahun penjara dengan masa percobaan dianulir dan diubah menjadi satu tahun penjara yang harus dijalani,” kata I Ketut Suarta, Kamis (11/12/2025).
Menurutnya, perubahan vonis tersebut bertujuan memberikan efek jera, mengingat risiko serius yang dapat ditimbulkan dari penggunaan kosmetik tanpa izin edar dan standar keamanan yang jelas. Meski demikian, putusan banding itu belum berkekuatan hukum tetap karena terdakwa masih memiliki hak untuk mengajukan kasasi.
“Setelah putusan banding, terdakwa yang sebelumnya berstatus tahanan kota diperintahkan untuk ditahan. Namun, pelaksanaan penahanan sepenuhnya menjadi kewenangan jaksa,” ujarnya.
I Ketut Suarta juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih produk kosmetik, terutama yang beredar secara daring. Sesuai ketentuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), kosmetik termasuk sediaan farmasi yang wajib memiliki izin edar dan telah melalui uji laboratorium.
“Masyarakat perlu memastikan produk memiliki nomor izin BPOM yang jelas. Kosmetik yang mengandung bahan berbahaya, seperti merkuri, sangat berisiko dan dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan,” katanya.
Dalam amar putusan banding, majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama satu tahun kepada Nurmaya Santi, menetapkan masa tahanan kota yang telah dijalani untuk dikurangkan dari pidana, memerintahkan penahanan terhadap terdakwa, serta merampas ribuan produk kosmetik sebagai barang bukti untuk dimusnahkan.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaCerita SPPG Tiworo Tengah Menjaga Asupan dan Masa Depan Anak Muna Barat
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Polresta Kendari Segel 8 Outlet BRILink Terkait Kasus Penipuan Investasi Rp3,8 Miliar
Kendari - Delapan outlet BRILink di Kecamatan Konda dan Onewila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel polisi terkait kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan investasi usaha…
Pelantikan Serentak Pengurus Golkar se-Sultra Dipastikan Digelar 1 November di Kolaka
Kendari - Pelantikan serentak pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPD II kabupaten/kota se-Sultra dipastikan berlangsung di Kabupaten Kolaka pada Minggu (1/11/2026). Ketua DPD Partai…
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di BTN Djavino Kendari
Kendari - Satreskrim Polresta Kendari berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang pekerja bangunan di kawasan BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaku diamankan hanya beberapa…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…







