Kendari – Memasuki musim penghujan, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran bersama Wakil Wali Kota Sudirman turun langsung memantau kerja bakti di sejumlah titik rawan genangan dan banjir, Minggu (14/12). Langkah ini dilakukan sebagai upaya memastikan kebersihan lingkungan terjaga serta sistem drainase berfungsi optimal.
Pemantauan diawali di depan SMKN 2 Kendari, tepatnya di samping SPBU Jalan Ahmad Yani. Di lokasi ini, Wali Kota melihat langsung kondisi saluran air yang dipenuhi sedimen dan sampah.
Pengerukan drainase menggunakan alat berat dilakukan untuk memastikan aliran air kembali lancar dan tidak menimbulkan genangan saat hujan deras.
Dari Jalan Ahmad Yani, rombongan melanjutkan kegiatan ke Kali Kadia di Jalan Wayong. Di sana, Wali Kota berdialog dengan warga sekitar sekaligus memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan sungai. Ia menekankan bahwa keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya banjir.
Dalam setiap kunjungan, Wali Kota juga menyosialisasikan pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah tangga serta mendorong pemanfaatan bank sampah. Menurutnya, pengelolaan sampah yang baik tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi bagi warga.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Kesadaran masyarakat untuk memilah sampah dan memanfaatkan bank sampah sangat penting agar sampah tidak berakhir di drainase dan sungai,” ujarnya saat berdialog dengan warga.
Pemantauan kerja bakti kemudian berlanjut ke Kelurahan Mataiwoi dan ditutup di Kelurahan Padaleu, Kecamatan Kambu. Di wilayah ini, Wali Kota kembali mengingatkan pentingnya kerja bakti rutin, terutama di kawasan permukiman yang rawan tergenang air saat hujan deras.
Selain itu, Wali Kota juga meminta Camat Kambu dan para lurah untuk lebih intens memantau kebersihan lingkungan serta pengangkutan sampah.
Ia menyoroti masih ditemukannya tumpukan sampah di sepanjang jalan dari kawasan Kampus Universitas Halu Oleo hingga gerbang Perumahan Kendari Permai, yang berpotensi menyumbat drainase jika tidak segera ditangani.
Melalui pemantauan langsung ini, Pemerintah Kota Kendari berharap kesadaran kolektif antara pemerintah dan masyarakat dapat terus terbangun demi mengurangi risiko banjir dan menciptakan lingkungan kota yang bersih serta nyaman.
Editor: Muh Fajar








