Kendari – Aksi demonstrasi ribuan elemen dan mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Kendari yang berlangsung di Gedung DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Senin (1/9) berlangsung kondusif.
Meski situasi di lapangan sempat memanas, sempat terjadi beberapa kali lemparan batu yang membuat kaca kantor DPRD pecah, situasi itu bisa diredam sehingga tak menjadi semakin rusuh.
Ribuan elemen dan mahasiswa itu datang dengan membawa sejumlah aspirasi, di antaranya terkait penolakan terhadap kenaikan tunjungan dan pemberian fasilitas kepada DPR.
Massa juga menyampaikan aspirasi agar pemerintah dan DPR segera mengesahkan Undang-undang perampasan aset sebagai bukti keseriusan pemerintah dalam mencegah dan memberantas korupsi.
Massa juga menyampaikan aspirasi agar pemerintah segera melakukan langkah-langkah kongkrit dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di semua sektor.
Dalam aksi damai itu juga, mahasiswa menuntut agar pihak kepolisian menuntaskan kasus Affan Kurniawan, seorang ojek online (Ojol) yang meninggal dunia saat menggelar aksi.
Ribuan massa dari berbagai elemen tersebut secara bergantian ditemui langsung Ketua dan Wakil Ketua DPRD, Kapolda, Danrem, Kabinda, dan perangkat daerah lainnya.
Aspirasi para mahasiswa pun langsung diterima dan dinotulenkan untuk selanjutnya disampaikan kepada pemerintah pusat.
Usai menyampaikan aspirasi, secara tertib massa mulai meninggalkan area DPRD Sultra. Koordinator aksi mereka juga nampak beberapa kali mengingatkan agar massa tidak terprovokasi untuk melakukan tindakan anarkis.
Hingga menjelang magrib, area kantor DPRD Sultra mulai nampak lengang, aparat keamanan juga mulai mundur kembali ke markasnya masing-masing.
Terkait demonstrasi yang berlangsung damai ini, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, tak bisa menyembunyikan rasa bahagia dan bangganya terhadap para mahasiswa yang menyampaikan aspirasi rakyat dengan cara yang santun dan damai.
Siska pun tak ragu menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh elemen mahasiswa di Kota Kendari.
“Apresiasi luar biasa kepada teman mahasiswa yang melaksanakan aksi dengan damai, peduli terhadap daerah. Terimakasih aksi damainya,” kata Siska kepada Sultranesia.
Siska yang juga memantau jalannya aksi menyatakan rasa banggannya, terhadap sejumlah mahasiswa yang sempat melakukan pembersihan sampah bekas demo di sekitar jalanan kota.
“Bahkan tadi saya pantau ada sebagian (mahasiswa) yang sempat aksi bersih-bersih jalan juga. Itu luar biasa sekali. Terima kasih,” ujarnya.
Siska juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh aparat keamanan dari Polri dan TNI yang bertugas mengamankan jalannya aksi sampai selesai, aman, damai dan kondusif.
Editor: Wiwid Abid Abadi








