News  

Wali Kota Kendari Libatkan 73 OPD jadi Orang Tua Asuh Ratusan Anak Stunting

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran. Foto: Dok. Istimewa.

Kendari – Di balik angka stunting, ada anak-anak yang tengah berjuang untuk tumbuh optimal serta keluarga yang menyimpan harapan besar akan masa depan buah hati mereka.

Kesadaran inilah yang mendorong Pemerintah Kota Kendari untuk terus menghadirkan kebijakan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya dalam upaya penanganan stunting.

Di bawah Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, penanganan stunting ditempatkan sebagai agenda kemanusiaan sekaligus investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia.

Stunting tidak lagi dipandang sebagai persoalan satu sektor, melainkan tanggung jawab bersama yang harus ditangani secara kolaboratif, terukur, dan berkelanjutan agar setiap anak di Kota Kendari memiliki kesempatan tumbuh sehat dan cerdas.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan program pendampingan balita stunting dengan pendekatan orang tua asuh. Dalam program ini, pimpinan daerah, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta lembaga pemerintah dilibatkan secara aktif untuk mendampingi balita stunting beserta keluarganya.

Pendampingan dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga pemantauan kesehatan rutin serta edukasi kepada orang tua mengenai pola asuh dan lingkungan tumbuh kembang yang sehat.

Pemerintah Kota Kendari menekankan pentingnya kehadiran langsung di lapangan sebagai kunci keberhasilan penanganan stunting.

Seluruh jajaran OPD didorong untuk tidak sekadar menjalankan program secara administratif, tetapi turun langsung menyapa masyarakat, mendengar keluhan orang tua, dan memastikan setiap intervensi benar-benar sesuai dengan kebutuhan anak dan keluarga.

Berdasarkan data pendampingan balita stunting periode Januari 2026, sebanyak 462 balita stunting di Kota Kendari telah mendapatkan pendampingan intensif.

Program ini melibatkan 73 unsur pendamping yang berasal dari OPD, lembaga pemerintah, serta unsur pimpinan daerah. Keterlibatan lintas sektor ini mencerminkan kuatnya semangat gotong royong dalam menangani persoalan stunting secara bersama-sama.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menegaskan bahwa penanganan stunting membutuhkan komitmen dan kepedulian seluruh pihak. Menurutnya, setiap anak merupakan harapan masa depan daerah yang harus dijaga dan dipastikan tumbuh secara optimal.

“Stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi menyangkut masa depan generasi Kota Kendari. Karena itu, saya mengajak seluruh OPD dan unsur terkait untuk terlibat langsung dalam pendampingan, memastikan setiap anak mendapatkan asupan gizi yang cukup, pemantauan kesehatan berkelanjutan, serta lingkungan tumbuh kembang yang sehat,” ujar Siska, Selasa (10/2).

Program pendampingan balita stunting ini dirancang tidak hanya untuk menjawab persoalan jangka pendek, tetapi juga sebagai langkah pencegahan sejak dini. Selain pemenuhan gizi, keluarga juga dibekali edukasi tentang pola asuh sehat, kebersihan lingkungan, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin bagi ibu dan anak.

Dengan pendekatan yang humanis dan menyeluruh, kata Siska, pemerintah berharap dapat memutus mata rantai stunting hingga ke akar permasalahannya.


Editor: Muh Fajar

error: Content is protected !!