Wanita di Kendari Bayar Seorang Pria untuk Bunuh Mertuanya


Kendari - Polresta Kendari berhasil mengungkap kasus pembunuhan sadis terhadap wanita berinisial M (50) yang terjadi di Jln Madusila, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Minggu, 7 April 2024 sore sekitar pukul 15.00 WITA.
Peristiwa pembunuhan itu sempat disangka adalah pembegalan, sebab terjadi di dalam mobil saat korban bersama menantunya, dan harta benda milik korban juga dibawa kabur para pelaku.
Setelah melakukan penyelidikan intensif, kasus itu akhirnya terpecahkan, dan dua orang ditetapkan sebagai tersangka.
Keduanya adalah Novi Damayanti alias DM yang tak lain adalah menantu korban, dan menjadi dalang pembunuhan serta seorang pria berinisial CM yang diduga menjadi eksekutor. Keduanya ditangkap pada Selasa, 16 April 2024 sore.
Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Fitrayadi menegaskan bahwa peristiwa itu bukanlan pembegalan.
"Peristiwa tersebut bukan begal sebagaimana penyampaian ND (dalang pembunuhan) terdahulu dalam laporannya di Polsek Poasia. Tolong imbau warga masyarakat tetang hal ini," jelas AKP Fitrayadi.
AKP Fitrayadi mengatakan bahwa ND lah yang merekayasa pembunuhan itu seolah-olah adalah pembegalan.
"Peristiwa tersebut adalah rekayasa ND seolah-olah itu adalah begal. Fakta peristiwa adalah ND yang merupakan menantu korban telah merencanakan dan membayar seorang laki-laki yakni MF alias CMG untuk melakukan pembunuhan," katanya.
"Motifnya masih kami dalami dan akan disampaikan melalui release lengkap besok oleh Kapolresta Kendari," pungkasnya.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaKlarifikasi DN soal Laporan Dugaan Persetubuhan Anak di Konsel
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







