Warga di Konawe Demo Desak Aktivitas SPBE PT Osu Wonua Dihentikan


Kendari - Puluhan warga Desa Polua, Kecamatan Sampara, Kabupaten Konawe, yang didominasi emak-emak melakukan aksi demonstrasi di Kantor Bupati dan DPRD pada Rabu (11/10).
Aksi tersebut untuk mendesak agar aktivitas Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) 3 kilogram milik PT Osu Wonua Perkasa di desa mereka dihentikan.
Desakan penghentian aktivitas SPBE itu bukan tanpa alasan, warga merasa keberadaannya membawa dampak buruk bahkan membahayakan jiwa.
Hal yang dikeluhkan warga adalah kondisi udara yang tercemar oleh pengisian gas, lokasi yang berada dekat pemukiman warga, serta insiden ledakan pada Sabtu malam 7 Oktober 2023 lalu yang membuat warga keukeh tak menginginkan keberadaan SPBE.
Orator dalam aksi itu, Oscar menyebut kehadiran SPBE PT Osu Wonua Perkasa di Desa Polua, Kecamatan Sampara tidak pernah disosialisasikan, bahkan terkesan disembunyikan oleh pemerintah terdahulu.
"Ketika ada warga yang menanyakan di awal proses pembangunan, mereka mengatakan bahwa yang dibangun adalah SPBU, tapi setelah dua tabung penampungan raksasa tiba masyarakat akhirnya sadar bahwa yang dibangun oleh perusahaan ternyata pengisian tabung gas," ungkapnya.
Keberadaan SPBE PT Osu Wonua Perkasa, kata Oscar, disinyalir tidak jelas secara regulasi, tidak memiliki dasar hukum, tidak jelas kajian analisis dampak lingkungannya sehingga insiden ledakan yang terjadi beberapa hari lalu merupakan dampak tidak jelasnya keberadaan perusahaan.
"Dua tabung raksasa yang ada di sana ketika meledak radius ledakannya 5 kilometer, jika ini yang terjadi maka Desa Polua tinggal kenangan," ungkapnya.
Untuk itu warga meminta Penjabat Bupati Konawe Harmin Ramba untuk segera menutup dan mencabut izin operasi SPBE PT Osu Wonua Perkasa di Sampara.
Kepala Dinas Perizinan atau Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Konawe Keny Yuga Permana menerangkan pihaknya akan segera melakukan kordinasi bersama tim terpadu, yakni Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perindag, dan PTSP untuk menyelesaikan persoalan ini.
"Kami akan kordinasikan, karena kewenangan perizinan ini ada di Provinsi," kata Keny.
Ketua DPRD Kabupaten Konawe Ardin meminta kepada tim terpadu untuk segera dilakukan proses penyelesaian terhadap persoalan ini, sebab perusahaan ini telah memakan korban.
"Sudah ada tim yang akan turun, kalau memang ini kewenangan kabupaten kami rekomendasikan segera dicabut ini ijinnya, namun jika kewenangan provinsi DPRD meminta agar izin dan kelengkapan perusahaan ini dikaji ulang," tegas Ardin.
Diketahui akibat terjadinya ledakan SPBE PT Osu Wonua Perkasa beberapa waktu lalu, 4 warga desa mengalami luka bakar, 3 dioperasi dan 1 korban mengalami luka bakar.
Sementara itu pihak perusahaan PT Osu Wonua Perkasa sampai saat ini belum bisa untuk dikonfirmasi.
Editor: Muh Fajar RA
Berita BerikutnyaRibuan Personel Gabungan Apel Siaga Bulan PRB 2023 di Sultra
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Polresta Kendari Segel 8 Outlet BRILink Terkait Kasus Penipuan Investasi Rp3,8 Miliar
Kendari - Delapan outlet BRILink di Kecamatan Konda dan Onewila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel polisi terkait kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan investasi usaha…
Pelantikan Serentak Pengurus Golkar se-Sultra Dipastikan Digelar 1 November di Kolaka
Kendari - Pelantikan serentak pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPD II kabupaten/kota se-Sultra dipastikan berlangsung di Kabupaten Kolaka pada Minggu (1/11/2026). Ketua DPD Partai…
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di BTN Djavino Kendari
Kendari - Satreskrim Polresta Kendari berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang pekerja bangunan di kawasan BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaku diamankan hanya beberapa…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…







