Konawe Selatan – Penantian panjang dan rasa cemas selama dua hari akhirnya berakhir dengan isak tangis kebahagiaan.
Tani (45), seorang warga Desa Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan, yang sempat dinyatakan hilang saat mencari bahan anyaman di hutan, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat.
Korban ditemukan oleh pihak keluarga sendiri pada Selasa (3/6/2026) dini hari, tepatnya pukul 00.27 WITA.
Penemuan ini sekaligus menjadi titik terang setelah upaya pencarian intensif yang dilakukan Tim SAR Gabungan sejak ia dilaporkan hilang pada Minggu (31/5/2026).
Sebelumnya, hilangnya Tani sempat menyisakan misteri. Ia pergi ke kebun untuk mencari kemiri pada Minggu pagi.
Bahkan, keluarga sempat mengantarkan makanan dan melihat korban masih berada di lokasi kebun untuk mencari tali resam, sejenis tanaman merambat yang lazim digunakan sebagai bahan anyaman.
Namun, saat keluarga kembali ke kebun pada sore hari, Tani sudah tidak ada. Yang tersisa hanyalah tumpukan kemiri yang baru saja ia kumpulkan.
Hilangnya jejak Tani membuat warga dan keluarga panik, hingga akhirnya meminta bantuan Tim SAR untuk melakukan pencarian.
Setelah dua hari pencarian terpadu yang melibatkan Basarnas Kendari, Damkar Konawe Selatan, aparat Polsek Andoolo, serta warga setempat, nasib baik memihak keluarga korban.
Tani ditemukan di titik yang berjarak sekitar 1,2 kilometer ke arah timur dari lokasi kejadian awal. Saat ditemukan oleh pihak keluarga di tengah malam, kondisi korban tampak lemas dan linglung setelah dua hari bertahan di area perkebunan dan hutan yang cukup luas.
“Korban ditemukan dalam keadaan selamat oleh pihak keluarga dan langsung dievakuasi menuju rumahnya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” ujar Humas KPP Kendari, Wahyudi.
Dengan ditemukannya Tani dalam kondisi selamat, Operasi SAR yang dipimpin oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari resmi dinyatakan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian tersebut kini telah dikembalikan ke satuan masing-masing.
Kisah Tani menjadi pengingat bagi warga sekitar akan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di area perkebunan atau hutan, terutama saat kondisi cuaca atau situasi di dalam hutan yang tidak menentu. Keluarga kini bisa bernapas lega dan fokus pada pemulihan kondisi kesehatan korban di rumah.
Editor: Redaksi








