Warga Mengeluh Masih Harus Bayar Pajak Tanah yang Dipakai Jalur Ringroad Mubar


Sejumlah warga yang tanahnya terdampak pembangunan jalur ringroad di Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara (Sultra) mengeluhkan pajak bumi dan bangunan masih menjadi tanggungan mereka.
Padahal mereka mengaku telah mengikhlaskan sebagian tanahnya untuk pembangunan jalan sepanjang 27 kilo meter itu tanpa mendapatkan pembayaran ganti rugi sepeser pun.
Salah seorang warga Desa Waturempe, Kecamatan Tiworo Kepulauan yang mengeluh adalah WN. Dia mengaku memiliki tanah seluas 25 x 100 meter. 4 meter dari luas tanahnya yang sebelumnya ditanami jambu mete itu sudah ia relakan untuk jalan raya.
“Kita juga heran sampai sekarang pajaknya masih kita yang tanggung. Padahal jalan ini dibangun dari 2015,” kata WN, Rabu (22/6).
Hal yang sama juga dikeluhkan Warga Desa Wakoila, Kecamatan Sawerigadi yang enggan menyebutkan namanya. Dia mengaku memiliki tanah berukuran 50 x 400 meter yang dibuktikan dengan Letter C. Hampir seluruh badan jalan ringroad masuk dalam tanah miliknya.
“Yang masuk ke jalan raya sekitar 10 meter. Tiap tahun juga saya bayar pajaknya sesuai sertifikat sebelum ada jalanan,” katanya.
Dirinya mengeluh, karena selain telah merelakan tanahnya untuk fasilitas umum, juga harus menanggung pajak tanahnya setiap tahun yang tidak bisa lagi ia kelola.
“Biasanya dulu kita pakai bertani. Sekarang tidak bisami. Hanya yang bikin pusing pajaknya ini. Apalagi kita masyarakat kecil,” keluhnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Mubar Mohamad Zakaria membenarkan jika jalur ringroad sebagian besar masih di bawah kepemilikan warga.
Kata dia, hingga saat ini Pemda belum mengajukan pelepasan sebagian tanah milik masyarakat di BPN.
“Dulu Pak Sekda sempat memerintahkan dinas perumahan dan pertanahan untuk diajukan pelepasan tanahnya di kantor BPN Mubar, namun hingga kini belum diajukan. Sertifikatnya masih nama masyarakat,” singkatnya.
Laporan: Denyi Risman
Berita BerikutnyaLahan Eks IUP PT Mining Maju di Kolut Jadi 'Bancakan' Penambang Ilegal
Baca Juga
233 PNS Baru Muna Barat Disumpah, Darwin Soroti Disiplin hingga Kewajiban Tinggal di Daerah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengingatkan 233 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru diangkat agar menjaga disiplin dan mematuhi kewajiban sebagai aparatur negara, termasuk…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Darwin Klaim Rp200 Miliar Program Pusat Mengalir ke Muna Barat
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengklaim sekitar Rp200 miliar anggaran program pemerintah pusat mengalir ke daerahnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Dana tersebut berasal…
Bupati Muna Barat Soroti Telur Murah dari Sulsel, Peternak Terancam
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti persaingan harga telur dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai menghambat penjualan hasil peternakan ayam petelur lokal. Harga telur…
Darwin Perintahkan Inspektorat Muna Barat Periksa Kades dan Kepala Sekolah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, memerintahkan Inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap kepala desa, kepala sekolah, dan objek pemeriksaan (obrik) lainnya. Ia menegaskan, proses pemeriksaan harus…
Umroh Gratis hingga Sepeda Listrik, Yellow Run 5K Golkar Sultra Diserbu Ribuan Peserta
Kolaka – Ajang Yellow Run 5K yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026), diikuti ribuan peserta. Hadiah utama berupa…







