Warga Muna Diduga Dianiaya Polisi di Pantai Meleura, Leher Dipiting dan Tubuh Dipukul

Darman menunjukkan luka di lehernya yang diduga akibat dipiting oleh oknum polisi di Pantai Meleura, Kabupaten Muna, pada Kamis (3/4). Foto: Dok. Istimewa.

Muna – Seorang warga Desa Lakarinta, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, bernama Darman, mengaku menjadi korban tindakan represif oleh aparat kepolisian Polres Muna di Pantai Meleura pada Kamis (3/4) sore. Ia diduga mengalami pengeroyokan dan kekerasan fisik oleh sejumlah oknum polisi.

Menurut Darman, kejadian bermula saat dirinya datang ke Pantai Meleura untuk bersantai dan bertemu dengan adik juniornya. Namun, di tengah obrolan, ia melihat salah satu juniornya dikeroyok oleh sekelompok orang. Spontan, ia segera mengamankan juniornya dan membawanya ke dermaga pantai.

“Tak lama kemudian, seorang warga datang dan bertanya kepada kami, ‘Mana pelaku yang menabrak anak saya?’ Saya pun menjawab bahwa di sini tidak ada orang yang dicari,” ujar Darman, Jumat (4/4).

Beberapa saat setelah itu, seorang anggota polisi mendatangi Darman dan kembali menanyakan keberadaan pelaku tabrak lari tersebut.

“Saya menjawab bahwa saya juga sedang mencari pelaku. Namun, polisi itu langsung mendorong saya,” katanya.

Situasi semakin memanas ketika anggota polisi lain datang dan langsung memiting lehernya, lalu menyeretnya ke sebuah warung.

Akibat dipiting tersebut, leher Darman mengalami luka dan mengeluarkan darah. Ia juga mengaku dipukul dan ditendang hingga meninggalkan memar dan bekas luka di tubuhnya.

“Saat dalam perjalanan ke warung, saya dipiting hingga terluka, dipukul, dan ditendang hingga meninggalkan bekas di tubuh saya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Muna, IPDA Baharuddin saat dimintai keterangan terkait kasus tersebut mengaku masih melakukan pengecekan dan akan mengkonfirmasi lebih lanjut.

“Saya masih cek di Propam. Sebentar saya telepon,” singkatnya.

Kapolres Muna AKBP Indra Sandy Purnama Sakti hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan.


Editor: Redaksi

error: Content is protected !!