News  

Warga Routa Mengadu ke Gubernur, Aktivitas PT SCM Belum Berdampak Positif

Sejumlah warga Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe audiensi bersama Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Kamis (11/9). Foto: Dok. Istimewa.

Kendari – Sejumlah warga Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, mendatangi Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Kamis (11/9).

Mereka menggelar audiensi langsung dengan Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, untuk menyampaikan keluhan mengenai aktivitas pertambangan nikel PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) di wilayah mereka.

Dalam pertemuan yang berlangsung di lobby Kantor Gubernur, perwakilan masyarakat Routa mengungkapkan keresahan mereka.

Warga menilai kehadiran PT SCM selama ini tidak membawa dampak positif terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat, khususnya dari sisi ekonomi maupun kesejahteraan.

Menurut warga, meskipun perusahaan sudah lama beroperasi, manfaat yang dirasakan masyarakat masih minim. Infrastruktur jalan dan fasilitas umum di sekitar wilayah tambang disebut tidak banyak berubah, bahkan sebagian warga mengaku merasakan dampak negatif seperti debu dan kerusakan lingkungan.

“Kami datang karena ingin didengar langsung oleh Pak Gubernur. Selama ini tambang jalan terus, tapi kehidupan masyarakat di sekitar lokasi tidak banyak berubah. Bahkan banyak yang justru terdampak kerusakan lingkungan,” ungkap salah satu perwakilan warga dalam pertemuan itu.

Gubernur Andi Sumangerukka menerima aspirasi warga dengan serius. Ia menegaskan bahwa pemerintah provinsi tidak akan menutup telinga terhadap keluhan masyarakat.

Menurutnya, kehadiran perusahaan tambang seharusnya memberikan kontribusi nyata, baik melalui program pemberdayaan masyarakat maupun pembangunan infrastruktur.

“Saya mendengar langsung apa yang menjadi keresahan masyarakat. Aspirasi ini akan kami tindaklanjuti sesuai kewenangan provinsi dengan melibatkan instansi terkait, agar perusahaan bisa benar-benar memberi manfaat bagi daerah dan masyarakat sekitar,” ujar Gubernur.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, perusahaan, hingga masyarakat sendiri dalam mencari solusi. Dengan begitu, kegiatan pertambangan dapat berjalan seimbang tanpa mengorbankan hak-hak masyarakat.


Editor: Muh Fajar

error: Content is protected !!