Kendari – Pemerintah Kota Kendari bersiap menerapkan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN). Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menegaskan pihaknya akan mengikuti arahan pemerintah pusat terkait sistem kerja fleksibel tersebut.
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang mendorong penerapan pola kerja adaptif di tengah dinamika global sekaligus mempercepat transformasi digital birokrasi.
Siska mengungkapkan, hingga kini pihaknya masih menunggu laporan teknis dari masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). Namun, berdasarkan informasi awal, skema WFH akan diterapkan satu hari dalam sepekan.
“Informasi yang saya dengar, WFH itu diterapkan satu kali dalam seminggu, kemungkinan di hari Jumat. Tapi kami masih menunggu laporan resmi dari dinas terkait,” ujar Siska, Rabu (1/4).
Meski begitu, Pemkot Kendari memastikan kesiapan untuk segera menyesuaikan kebijakan tersebut. Penerapan WFH disebut tinggal menunggu kesiapan sistem kerja di tiap instansi.
“Pada prinsipnya kami siap mengikuti arahan pusat dan akan segera menyesuaikan,” tegasnya.
Tak hanya itu, Pemkot juga mulai mendorong efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) di kalangan ASN. Pegawai yang memiliki jarak tempuh dekat ke kantor diimbau untuk beralih ke moda transportasi ramah lingkungan.
“Kami juga mendorong penghematan BBM. Kalau jaraknya dekat, bisa bersepeda atau jalan kaki,” jelas Siska.
Editor: Muh Fajar








