Aksi Mogok Mengajar PGRI Baito untuk Solidaritas Guru Supriyani Batal Digelar


Kendari - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatam Baito, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) sebelumnya menyatakan bakal melakukan aksi mogok mengajar mulai Senin 21 Oktober 2024.
Hal itu diketahui dalam pernyataan sikap PGRI Baito yang tersebar di sejumlah grup whatsapp pada Senin, 21 Oktober 2024.
Pernyataan sikap itu merupakan aksi solidaritas terhadap seorang guru bernama Supriyani yang ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian atas kasus dugaan pemukulan terhadap seorang murid.
Dalam pernyataan sikap yang ditandatangani Ketua PGRI Baito, Husna, itu, ada tiga poin penting yang menjadi aksi dan tuntutan.
Pertama, menyatakan para guru TK, SD dan SMP di Kecamatan Baito akan melakukan mogok menjagar mulai Senin, 21 Oktober 2024 sampai ada keputusan terhadap nasib Supriyani, minimal ada penangguhan penahanan.
Kemudian kedua, mereka menyatakan siswa yang bermasalah dan menjadi saksi dalam kasus tersebut dikembalikan kepada orang tuannya atau dikeluarkan dari sekolah, dan sekolah di Kecamatan Baito tidak boleh ada yang menerima siswa tersebut.
Terakhir, meminta agar guru Supriyani dibebaskan dan dikembalikan ke sekolahnya.
Dikonfirmasi oleh jurnalis Sultranesia, Ketua PGRI Kecamatan Baito, Husna, mengatakan bahwa aksi mogok belajar yang direncanakan mulai hari ini, Senin, 21 Oktober 2024 tidak jadi digelar.
"Untuk hari ini tidak terjadi mogok mengajar," kata Husna melalui pesan singkat whatsapp.
Husna beralasan, aksi mogok mengajar untuk solidaritas guru Supriyani itu batal digelar karena sudah ada penanganan dari PGRI Kabupaten Konawe Selatan.
"(Alasan aksi mogok mengajar batal) sudah ada penangangan dari PGRI kabupaten," katanya.
Husna pun menyatakan bahwa aksi itu batal digelar. "Iya, batal," singkat Husna.
Diketahui, kasus guru Supriyani di Kabupaten Konawe Selatan yang ditetapkan tersangka dan ditahan atas kasus dugaan pemukulan terhadap siswanya tengah ramai diperbincangkan publik.
Sampai saat ini, redaksi masih menunggu informasi resmi dari pihak kepolisian maupun PGRI Konawe Selatan untuk menjelaskan detail terkait masalah tersebut.
Editor: Wiwid Abid Abadi
Berita BerikutnyaASR-Hugua Unggul dalam Debat Perdana Pilgub Sultra 2024
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Polresta Kendari Segel 8 Outlet BRILink Terkait Kasus Penipuan Investasi Rp3,8 Miliar
Kendari - Delapan outlet BRILink di Kecamatan Konda dan Onewila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel polisi terkait kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan investasi usaha…
Pelantikan Serentak Pengurus Golkar se-Sultra Dipastikan Digelar 1 November di Kolaka
Kendari - Pelantikan serentak pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPD II kabupaten/kota se-Sultra dipastikan berlangsung di Kabupaten Kolaka pada Minggu (1/11/2026). Ketua DPD Partai…
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di BTN Djavino Kendari
Kendari - Satreskrim Polresta Kendari berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang pekerja bangunan di kawasan BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaku diamankan hanya beberapa…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…







